Bontang – Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Bontang, Muhammad Sahib, melayangkan kritik keras terhadap pelaksana proyek galian jaringan gas (jargas) rumah tangga di Kota Bontang. Ia menyebut pihak kontraktor pelaksana kali ini sangat tidak profesional lantaran membiarkan lubang galian terbuka hingga berbulan-bulan dan membahayakan warga.
“Selama tiga atau empat periode pemasangan jargas di Bontang, kontraktor inilah yang paling bermasalah. Lubang galian bisa dibiarkan dua sampai tiga bulan tidak ditimbun. Sudah banyak masyarakat yang jatuh ke lubang itu,” tegas Sahib saat dihubungi melalui sambungan telephon, Jumat, (17/7/2026).
Sahib menepis alasan kontraktor di media yang mengklaim kekurangan tenaga kerja hingga pengerjaan meleset dari target penyelesaian. Menurutnya, alasan teknis seperti tes tekanan pipa (hydrotest) tak bisa dijadikan pembenaran untuk membiarkan jalanan rusak menganga.
“Harusnya pengerjaan dilakukan parsial. Sekian meter digali, dites, lalu ditimbun kembali. Jangan tunggu warga yang tutup atau hujan yang meratakan. Saya ini paham latar belakang kontraktor,” tambah Sahib.
Ia pun meminta dinas terkait, khususnya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bontang, untuk bersikap tegas dengan memberikan sanksi pemanggilan, tenggat waktu penyelesaian, hingga catatan hitam (blacklist) agar perusahaan tersebut tidak lagi mendapatkan poyek di Bontang.
“Setiap aset publik yang dibongkar, seperti jalan aspal atau cor, harus dikembalikan ke kondisi semula. Jangan cuma ditimbun tanah lalu ditinggal,” pungkasnya. (ADV).
