Jombang – Kabar gembira datang untuk Choirul Ali Abidin, warga Dusun Tanjunganom, Bulurejo, Diwek, Jombang. Rumahnya yang atapnya roboh akan segera direhabilitasi oleh Dinas Perumahan dan Permukiman (PERKIM) Kabupaten Jombang. Kepala Bidang Perumahan Wahyu mengungkapkan bahwa proses monitoring telah dilakukan dan rumah Choirul menjadi prioritas utama untuk tahun 2024.
“Alhamdulillah, kemarin sudah kami monitoring, sudah kami prioritaskan,” ungkap Wahyu kepada GOnews.id saat dihubungi melalui telepon, Jumat (14/6/2024).
Ia menambahkan bahwa rencana penganggaran akan dimasukkan dalam anggaran perubahan 2024.
“Insya Allah kami masukkan di anggaran perubahan 2024. Kalau murni 2024 kan sudah berjalan,” jelasnya.
Menurut Wahyu, prioritas utama rehab adalah atap rumah Choirul yang kondisinya sangat memprihatinkan. “Kami prioritaskan atap rumahnya dulu,” ujarnya.
Ketika ditanya mengenai jumlah anggaran yang dibutuhkan, Wahyu menjawab bahwa anggaran akan disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan dan ketersediaan dana dari Dinas Perkim.
“Kami masih kalkulasi berapa kebutuhannya. Syukur-syukur warga bisa bergotong royong untuk membangunnya,” tambahnya.
Di usia senjanya, Choirul Abidin harus menanggung beban hidup yang jauh dari rasa nyaman. Pria berusia 71 tahun ini tinggal di rumah yang hampir roboh. Kondisi rumahnya sudah tidak layak huni, dengan genteng yang rontok sehingga penghuninya bisa langsung melihat langit ketika menengadah ke atas. Ketika musim hujan tiba, air langsung masuk ke dalam rumah, membuat Choirul kesulitan berlindung dari kencangnya angin dan dingin. Bahkan, untuk tidur, Choirul hanya beralaskan banner bekas, sementara sisa kasur kapuk digunakan sebagai tambahan alas tidur. Kamar berukuran 3×4 meter menjadi satu-satunya ruang yang layak ditempati oleh pria sepuh ini, karena ruangan lainnya telah dijualnya untuk menyambung hidup.
Choirul tidak lagi bekerja karena kondisi kesehatannya yang terus menurun akibat faktor usia. Dahulu, ia bekerja sebagai penjual es janggelan di halaman salah satu Sekolah Dasar (SD). Namun, aktivitas tersebut telah dihentikannya.
“Sudah tua badan saya, sering gemetar. Sehari-hari hanya tidur saja tidak bisa berbuat apa-apa,” katanya saat berbincang dengan GOnews.id, Senin (3/6/2024).
Untuk kebutuhan sehari-hari, Choirul mengandalkan bantuan dari tetangga dan pihak desa. “Kadang ada tetangga yang mengantar makanan ke rumah,” ujarnya.
Choirul tinggal bersama cucunya setelah istrinya meninggal lebih dari lima tahun lalu. Dari pernikahannya, Choirul dikaruniai satu anak yang saat ini bekerja di Malang.
Harapan baru muncul bagi Choirul Abidin. Dengan perhatian dan bantuan dari Dinas PERKIM Kabupaten Jombang, kehidupan Choirul diharapkan bisa menjadi lebih baik dan layak. Rehabilitasi rumahnya menjadi bukti nyata kepedulian pemerintah terhadap warganya yang membutuhkan, memberikan sinar terang di masa senja Choirul.
