Jember – Harapan baru mulai terbuka bagi calon pekerja migran asal Kabupaten Jember. Di tengah tingginya kebutuhan layanan kesehatan yang cepat dan akurat, Rumah Sakit Daerah (RSD) Kalisat bersiap menghadirkan klinik khusus Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) dengan konsep pelayanan modern berbasis digital yang dirancang lebih ringkas dan efisien.
Kesiapan pembukaan klinik CPMI tersebut terlihat saat tim dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Jember melakukan visitasi ke RSD Kalisat pada Rabu (13/5/2026). Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan kesiapan fasilitas, tenaga kesehatan, serta sistem pelayanan sebelum izin operasional diterbitkan.
Direktur RSD Kalisat, Nurullah Hidajahningtyas, menjelaskan bahwa rumah sakit telah menyiapkan skema pelayanan yang lebih praktis bagi calon pekerja migran. Menurutnya, seluruh alur layanan akan memanfaatkan sistem elektronik tanpa kertas guna mempercepat proses pemeriksaan kesehatan.
“Mulai dari ruang tunggu, pemeriksaan fisik, psikologi, laboratorium hingga administrasi semuanya sudah berbasis digital. Kami ingin pelayanan lebih cepat, nyaman, dan efisien,” ujarnya.
Selain mengadopsi sistem digital, pihak rumah sakit juga menyiapkan petugas laboratorium langsung di area pemeriksaan. Langkah ini dilakukan agar pengambilan sampel darah dapat berjalan lebih cepat tanpa antrean panjang yang kerap menjadi kendala dalam pelayanan kesehatan.
RSD Kalisat juga tengah melengkapi sarana pendukung berupa fasilitas mobile X-Ray yang ditargetkan tersedia pada [Juni 2026]. Peralatan tersebut diproyeksikan mempercepat proses pemeriksaan kesehatan bagi CPMI secara lebih terintegrasi.
“Kami ingin calon pekerja migran tidak perlu menunggu lama saat menjalani pemeriksaan kesehatan. Semua dibuat lebih ringkas dan terintegrasi,” tambah Nurullah.
Kepala Seksi Pelayanan Keperawatan RSD Kalisat, Wahyudi Slamet Raharjo, menilai keberadaan klinik CPMI sangat penting bagi masyarakat Kalisat dan sekitarnya. Pasalnya, wilayah tersebut dikenal memiliki jumlah pekerja migran yang cukup tinggi sehingga membutuhkan akses layanan kesehatan yang mudah dijangkau.
“Kami ingin masyarakat merasa aman dan nyaman saat memeriksakan kesehatannya. Nantinya juga ada jalur pelayanan khusus CPMI yang akan kami sosialisasikan sampai tingkat desa,” katanya.
Sementara itu, Terampil Epidemiolog Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, Danang Dwi Saputra, menyebut hasil visitasi menunjukkan kesiapan fasilitas dan sumber daya manusia di RSD Kalisat sudah memenuhi kebutuhan dasar pelayanan klinik CPMI.
“Tidak ada kendala berarti dari hasil pemeriksaan lapangan. Fasilitas dan SDM sudah mendukung untuk proses perizinan,” jelas Danang.
Apabila izin operasional segera diterbitkan, RSD Kalisat akan bergabung dalam jaringan 48 fasilitas kesehatan di Jawa Timur yang melayani pemeriksaan kesehatan pekerja migran Indonesia. Kehadiran klinik ini diharapkan mampu mempercepat proses layanan kesehatan sekaligus memberi kemudahan bagi warga Jember yang hendak bekerja ke luar negeri.
Dengan sistem digital dan layanan jalur cepat yang disiapkan, klinik CPMI RSD Kalisat diproyeksikan menjadi solusi pelayanan kesehatan yang lebih modern, efektif, dan dekat dengan kebutuhan masyarakat. (ADV).
