Jember – Rumah Sakit Daerah (RSD) Kalisat, Kabupaten Jember, terus bertransformasi demi meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Berbagai pembenahan sarana, prasarana, hingga sistem layanan berbasis digital kini mulai dirasakan langsung oleh pasien, Rabu (8/4/2026).
Kasi Penunjang Non Medis RSD Kalisat, Rudi Prakoso, mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan sejumlah perbaikan, khususnya di instalasi rawat jalan. Ruang tunggu kini dibuat lebih nyaman dengan fasilitas pendingin ruangan (AC) serta televisi yang menyajikan informasi layanan kesehatan.
Tak hanya itu, RSD Kalisat juga mengoptimalkan penggunaan Anjungan Pendaftaran Mandiri (APM) yang telah terintegrasi dengan aplikasi Mobile JKN. Inovasi ini memungkinkan pasien mendaftar secara mandiri tanpa harus melalui proses administrasi yang panjang.
“Pasien yang sudah memiliki rujukan dari puskesmas bisa langsung mendaftar melalui Mobile JKN atau APM, sehingga tidak perlu lagi ke admisi dan bisa langsung menuju poli,” ujar Rudi.
Menurutnya, sistem digital tersebut sangat membantu mempercepat alur pelayanan, terutama bagi pasien yang memiliki akses smartphone. Meski demikian, pihak rumah sakit tetap memberikan pelayanan optimal bagi pasien yang belum menggunakan fasilitas digital.
“Yang membawa handphone tentu lebih cepat, tetapi yang tidak membawa tetap kami layani dengan baik,” tegasnya.
Selain kemudahan pendaftaran, masyarakat kini juga bisa mengakses layanan dari rumah, termasuk memilih jadwal dokter melalui aplikasi Mobile JKN. Di sisi lain, pembenahan fasilitas fisik juga terus dilakukan, seperti peningkatan kebersihan toilet yang kini lebih nyaman serta dilengkapi WC duduk untuk pasien disabilitas.
Rudi menegaskan komitmen rumah sakit dalam menjaga kebersihan lingkungan. “Kami tidak ingin ada sampah sedikit pun di area RSD Kalisat,” katanya.
Dalam mendukung transformasi digital nasional, RSD Kalisat juga telah menerapkan rekam medis elektronik secara penuh. Bahkan, sistem tersebut kini sudah berjalan tanpa kertas (paperless), sesuai dengan kebijakan Kementerian Kesehatan.
“Rekam medis elektronik sudah berjalan dan seluruh proses kini lebih efisien, termasuk resep obat yang langsung terintegrasi ke instalasi farmasi,” jelasnya.
Dengan sistem ini, pasien tidak perlu lagi membawa resep secara manual, melainkan cukup menunggu obat di bagian farmasi setelah pemeriksaan dokter.
Tak hanya itu, RSD Kalisat kini juga menghadirkan layanan Bank Darah Rumah Sakit (BDRS) untuk memenuhi kebutuhan darah pasien, baik yang dirawat di rumah sakit maupun di puskesmas sekitar. Kehadiran layanan ini sangat membantu, terutama dalam kondisi darurat tanpa harus menuju PMI Jember.
Fasilitas lain yang turut ditingkatkan adalah ruang ICU yang kini dilengkapi ruang isolasi, serta kapasitas layanan operasi yang mencapai 10 hingga 12 tindakan per hari.
Untuk mempermudah masyarakat mengakses layanan kesehatan melalui Program Universal Health Coverage (UHC), RSD Kalisat juga menyediakan layanan khusus UHC Corner.
Sebagai bentuk keterbukaan layanan, rumah sakit juga menghadirkan kanal pengaduan pasien melalui program “Maskara” berbasis WhatsApp di nomor 0858-2222-2822. Layanan ini memungkinkan masyarakat menyampaikan keluhan secara cepat dan langsung ditindaklanjuti oleh pihak rumah sakit.
Dengan berbagai pembenahan tersebut, RSD Kalisat optimistis dapat terus meningkatkan mutu pelayanan kesehatan sekaligus memberikan kemudahan akses bagi masyarakat Jember.
“Harapannya, seluruh inovasi ini benar-benar memberikan dampak nyata bagi kenyamanan dan keselamatan pasien,” tandas Rudi.
