Jember – Seperti mata rantai yang sempat terputus, pembinaan sepak bola di tingkat mahasiswa kini mulai disambung kembali. Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Jember resmi menggelar sosialisasi Liga Mahasiswa 2026, menandai babak baru kompetisi antar perguruan tinggi yang telah lama dinantikan.
Kegiatan yang berlangsung pada Kamis (9/4/2026) ini digelar di Aula Askab PSSI Jember dan dihadiri oleh perwakilan dari 10 universitas di wilayah Jember serta satu perguruan tinggi dari Banyuwangi. Agenda ini menjadi langkah awal untuk memperkenalkan konsep dan teknis pelaksanaan Liga Mahasiswa yang ditargetkan mulai bergulir pada [Mei 2026].
Ketua pelaksana Liga Mahasiswa, Zainul Arifin, menjelaskan bahwa program ini sebenarnya bukan wacana baru. Rencana tersebut telah disusun sejak beberapa tahun lalu, namun baru menemukan momentum pelaksanaan pada tahun ini. Sosialisasi ini, menurutnya, menjadi pintu masuk bagi kampus-kampus untuk berpartisipasi aktif dalam kompetisi yang akan datang.
“Program ini sudah kami canangkan sekitar dua hingga tiga tahun lalu, tetapi belum sempat berjalan. Hari ini kami mulai mensosialisasikan kepada masing-masing perguruan tinggi agar bisa mengikuti Liga Mahasiswa yang kami rancang,” ujarnya.
Ia menambahkan, Askab PSSI Jember sebelumnya telah sukses menyelenggarakan berbagai kompetisi sepak bola di level pelajar, mulai dari sekolah dasar hingga sekolah menengah atas. Kehadiran Liga Mahasiswa diharapkan mampu menjadi kelanjutan dari pembinaan tersebut, sehingga para atlet muda tetap memiliki ruang kompetitif setelah lulus sekolah.
“Ini menjadi kesempatan bagi universitas untuk merekrut dan mengembangkan talenta-talenta sepak bola di Jember, sehingga pembinaan tidak terputus setelah tingkat pelajar,” katanya.
Rencana ini juga mendapat respons positif dari kalangan perguruan tinggi. Perwakilan Universitas PGRI Banyuwangi, Muhamad Agung Setia Budi, menyampaikan apresiasi atas inisiatif tersebut dan menyatakan kesiapan institusinya untuk ambil bagian dalam kompetisi.
“Kami sangat senang mendapat undangan sosialisasi ini. Insyaallah kami akan ikut berpartisipasi. Kebetulan banyak mahasiswa kami yang berasal dari Jember,” ujarnya.
Menurut Agung, Liga Mahasiswa tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga wadah pembinaan karakter dan pengembangan minat mahasiswa di bidang olahraga. Ia berharap kegiatan ini dapat berlangsung secara berkelanjutan dan menjadi agenda rutin tahunan.
Selain sebagai sarana kompetisi, Liga Mahasiswa juga dinilai mampu memperkuat ekosistem sepak bola daerah. Dengan melibatkan perguruan tinggi, pembinaan atlet dapat berjalan lebih sistematis, sekaligus membuka peluang lahirnya pemain-pemain potensial yang dapat berkontribusi di level yang lebih tinggi.
Dengan antusiasme yang mulai terbangun dari berbagai kampus, Liga Mahasiswa 2026 di Jember diharapkan tidak hanya menjadi ajang pertandingan, tetapi juga tonggak penting dalam membangun masa depan sepak bola daerah yang lebih berkelanjutan.
