Bontang – Setelah putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang mengubah peta politik Pilkada Bontang, peluang untuk membentuk poros baru semakin terbuka lebar. Tiga partai politik, yaitu NasDem, Hanura, dan PPP, kini tengah menjalin komunikasi untuk membentuk poros kelima dalam pemilihan kepala daerah yang akan datang. Muncul spekulasi bahwa Ismail dari NasDem akan diusung sebagai calon wali kota, sementara Sumaryono dari PPP diproyeksikan sebagai calon wakil wali kota.
Sumaryono mengungkapkan komitmennya untuk memajukan Kota Bontang. Dalam wawancara eksklusif, Sumaryono menyatakan, “Saya maju untuk memperjuangkan pembangunan Kota Bontang. Ngolek sangune urip, untuk menghadap Sang Khalik. Dengan cara berbuat banyak untuk menolong masyarakat Kota Bontang,” ujarnya dengan semangat, Minggu (25/8/2024).
Sumaryono juga menyoroti potensi besar yang dimiliki oleh partai-partai yang gagal lolos ke parlemen setelah putusan MK. “Keputusan MK ini membuka peluang baru, terutama bagi partai-partai yang tidak lolos di parlemen. Kami berharap, dengan kehadiran tokoh baru seperti saya, kami bisa mendapatkan simpati dari warga Bontang,” tambahnya.
Dukungan terhadap Sumaryono juga datang dari etnis Jawa yang cukup signifikan di Bontang. “Meskipun proses komunikasi kami berjalan cepat setelah keputusan MK, kami tetap optimis dengan dukungan yang ada,” jelas Sumaryono.
Dalam konteks penghitungan suara, NasDem berhasil meraih 6.933 suara dalam pemilihan legislatif (Pileg) yang lalu. Partai besutan Surya Paloh ini memiliki dua wakil di DPRD Bontang Lestari, yaitu Faisal dan Muhammad Sahib. Di sisi lain, PPP mendapatkan 1.541 suara, sedangkan Hanura meraup 2.313 suara. Meskipun Hanura dan PPP tidak lolos ke parlemen, gabungan ketiga partai ini dapat mengusung pasangan calon jika berhasil memenuhi syarat suara sah yang ditetapkan oleh MK.
Dalam putusan MK, diatur bahwa gabungan partai non-parlemen dapat mengusung calon jika memenuhi 10 persen dari total suara sah pada pemilihan legislatif. Dengan total suara sah sebesar 104.338, 10 persen dari angka tersebut adalah 10.434 suara. Gabungan NasDem, PPP, dan Hanura, yang mengakumulasi total 10.787 suara, memenuhi syarat tersebut dan berpotensi mengajukan pasangan calon.
Proses pencalonan dan pengusungan ini menunjukkan dinamika politik yang semakin kompleks di Kota Bontang. Dengan adanya poros baru yang mungkin terbentuk, bursa calon kepala daerah semakin bervariasi, memberikan pilihan yang lebih luas bagi pemilih. “Kami akan terus berkomunikasi dan memperkuat koalisi ini untuk memastikan bahwa kami dapat menawarkan pilihan terbaik bagi masyarakat Bontang,” pungkas Sumaryono, menutup wawancara.
Dengan perkembangan ini, Pilkada Bontang 2024 dipastikan akan semakin menarik dan penuh warna, dengan berbagai koalisi dan calon yang berlomba untuk mendapatkan dukungan dari masyarakat.
