Pasaman Barat – Duka kadang datang secepat angin yang merobohkan pohon. Di tengah kesedihan keluarga almarhum Mukhri (65), jajaran Polsek Pasaman hadir bukan dengan sirene atau garis polisi, melainkan dengan doa, empati, dan sembako dalam kegiatan Takziah Presisi di Jorong Rimbo Janduang, Nagari Lingkuang Aua Baru, Kecamatan Pasaman. Kehadiran aparat kepolisian itu menjadi penanda bahwa di balik tugas penegakan hukum, ada sisi kemanusiaan yang turut berdiri bersama warga saat musibah datang tanpa aba-aba.
Kegiatan takziah tersebut digelar menyusul wafatnya Mukhri, warga setempat yang meninggal dunia setelah rumahnya tertimpa pohon kelapa saat hujan deras disertai angin kencang pada Selasa (17/3/2026) sore. Peristiwa itu terjadi ketika cuaca buruk melanda kawasan Pasaman Barat. Pohon kelapa di sekitar rumah korban dilaporkan tumbang dan menghantam bangunan tempat tinggalnya. Saat kejadian, Mukhri berada di dalam rumah dan tidak sempat menyelamatkan diri. Akibat hantaman tersebut, rumah mengalami kerusakan cukup parah dan korban meninggal di lokasi kejadian.
Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto melalui Kapolsek Pasaman AKP Zulfikar menyebutkan bahwa kegiatan Takziah Presisi merupakan bentuk nyata kepedulian Polri terhadap warga yang sedang tertimpa musibah. Program itu, kata dia, menjadi bagian dari implementasi PRESISI yang menekankan pendekatan prediktif, responsibilitas, transparansi, dan berkeadilan dalam pelayanan kepada masyarakat.
“Kami turut berduka cita, semoga almarhum husnul khotimah, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran serta ketabahan dalam menghadapi cobaan ini,” ujar AKP Zulfikar.
Ucapan belasungkawa itu tidak berhenti sebagai formalitas seremonial. Dalam kunjungan ke rumah duka, personel Polsek Pasaman juga menyerahkan bantuan sembako kepada keluarga almarhum. Bantuan tersebut diharapkan dapat sedikit mengurangi beban keluarga yang sedang berduka. Di tengah suasana kehilangan, dukungan semacam itu memiliki arti lebih dari sekadar nilai materi, sebab menjadi simbol bahwa keluarga korban tidak sendirian menghadapi cobaan.
Takziah Presisi sendiri dipandang sebagai bagian dari upaya Polri membangun ikatan emosional yang lebih kuat dengan masyarakat. Melalui pendekatan sosial, kepolisian berusaha menunjukkan kehadiran yang lebih dekat, terutama saat warga membutuhkan dukungan moral. Dalam konteks musibah yang menimpa keluarga Mukhri, kunjungan tersebut sekaligus menjadi ruang penguatan solidaritas antara aparat dan masyarakat di wilayah hukum Polsek Pasaman.
Peristiwa yang merenggut nyawa Mukhri juga menjadi pengingat akan risiko cuaca ekstrem yang dapat datang sewaktu-waktu. Hujan lebat dan angin kencang bukan hanya mengganggu aktivitas warga, tetapi juga dapat memicu bencana kecil yang berdampak fatal, seperti pohon tumbang di sekitar permukiman. Karena itu, kewaspadaan terhadap kondisi lingkungan, terutama pepohonan tinggi di dekat rumah, menjadi hal penting untuk diperhatikan masyarakat saat musim hujan dan angin kencang terjadi.
Warga sekitar menyambut positif langkah Polsek Pasaman yang hadir langsung ke rumah duka. Kehadiran aparat di tengah keluarga korban dinilai memberi ketenangan psikologis dan menumbuhkan rasa diperhatikan. Dalam suasana berduka, perhatian seperti itu menjadi energi sosial yang membantu keluarga untuk tetap tegar. Di sisi lain, langkah tersebut memperlihatkan bahwa institusi kepolisian tidak hanya bekerja dalam aspek penindakan, tetapi juga dalam ranah kemanusiaan yang menyentuh langsung kehidupan warga.
Kegiatan sosial semacam ini juga mempertegas arah pelayanan Polri yang ingin lebih membumi. Saat aparat datang bukan semata-mata karena perkara hukum, melainkan untuk berbagi empati, ruang kepercayaan publik pun ikut tumbuh. Kedekatan itu penting untuk menjaga hubungan harmonis antara polisi dan masyarakat, terutama di daerah-daerah yang mengandalkan komunikasi sosial sebagai fondasi ketertiban bersama.
Pada akhirnya, Takziah Presisi yang dilakukan Polsek Pasaman bukan sekadar kunjungan belasungkawa, melainkan pesan bahwa negara hadir dalam wajah yang lebih hangat. Di rumah duka Mukhri, empati menjadi bahasa yang lebih mudah dipahami daripada prosedur. Dari peristiwa ini, Polsek Pasaman menegaskan bahwa tugas kepolisian tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga merawat kebersamaan dan kepedulian di tengah masyarakat Pasaman Barat.
