Jember – Seperti tak ingin laporan warga hanya berhenti di meja administrasi, Pelaksana Tugas (Plt) Camat Ambulu Fahrul Asrori bergerak cepat menindaklanjuti aduan melalui kanal “Wadul Gus’e”. Bertepatan dengan satu tahun kepemimpinan Bupati Jember, langkah sigap itu diwujudkan dengan turun langsung mengecek kondisi tiga lansia sakit di Desa Tegalsari, Kecamatan Ambulu.
Aksi tersebut dilakukan Sabtu (21/2/2026), setelah pihak kecamatan menerima laporan masyarakat terkait kondisi kesehatan sejumlah warga lanjut usia. Didampingi Kepala Desa Tegalsari Tri Astutik Handayani, serta tim dari unsur kecamatan, Program Keluarga Harapan (PKH), dan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), rombongan mendatangi satu per satu rumah warga yang dilaporkan membutuhkan perhatian medis.
Salah satu yang dikunjungi adalah kediaman Pak Dasuki. Dari hasil pemeriksaan awal di lokasi, tim menemukan bahwa kondisi kesehatannya memerlukan penanganan lebih lanjut di fasilitas kesehatan. Namun, proses rujukan tidak berjalan mulus.
“Kami tim yang terdiri dari unsur kecamatan, Kepala Desa Tegalsari, PKH serta TKSK, setelah mendengar laporan dari kanal Wadul Gus’e, bergerak turun langsung untuk memastikan laporan tersebut. Setelah sampai lokasi, kami mengecek keadaan dan menyarankan Pak Dasuki untuk dirujuk ke rumah sakit. Namun ada sedikit kendala, Pak Dasuki tidak berkenan dibawa ke rumah sakit karena takut jarum suntik,” ujar Fahrul Asrori.
Penolakan tersebut disampaikan langsung oleh Pak Dasuki dengan alasan sederhana namun jujur.
“Saya gak mau ke rumah sakit pak, saya takut jarum suntik,” ujarnya polos.
Meski menghadapi kendala, pihak kecamatan memastikan tidak akan menghentikan upaya penanganan. Fahrul menegaskan, koordinasi segera dilakukan dengan pihak rumah sakit dan puskesmas agar solusi terbaik bisa diambil tanpa memaksakan kehendak warga maupun keluarga. Pendekatan persuasif akan dikedepankan demi memastikan para lansia tetap mendapatkan layanan kesehatan yang layak.
Selain melakukan pengecekan kesehatan, rombongan juga menyalurkan bantuan sembako dari Bupati Jember melalui Kecamatan Ambulu. Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk perhatian dan kepedulian pemerintah terhadap warga yang tengah mengalami kesulitan, terutama kelompok lanjut usia yang rentan.
Langkah cepat ini dinilai sebagai bentuk nyata responsivitas pemerintah kecamatan terhadap aduan masyarakat. Kanal “Wadul Gus’e” yang dibuka sebagai ruang komunikasi publik pun kembali menunjukkan fungsinya sebagai jembatan antara warga dan pemerintah.
Momentum satu tahun kepemimpinan Bupati Jember menjadi latar simbolis dari aksi tersebut. Pemerintah Kecamatan Ambulu ingin memastikan bahwa pelayanan publik tidak hanya bersifat administratif, tetapi benar-benar hadir di tengah masyarakat.
Dengan gerak cepat dan kolaborasi lintas unsur, diharapkan setiap laporan warga dapat segera tertangani. Perhatian khusus terhadap lansia sakit di Tegalsari menjadi bukti bahwa pemerintah daerah berkomitmen menjaga kesejahteraan masyarakat hingga ke tingkat desa. (ADV).
