Jember – Hujan deras yang datang bersama angin kencang seolah menjadi “tamparan” alam bagi warga di tiga kecamatan di Kabupaten Jember. Dalam hitungan menit, puluhan pohon tumbang, rumah rusak, hingga aliran listrik padam, Jumat (20/2/2026) sore. Namun di tengah situasi itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember bergerak cepat melakukan penanganan di lapangan.
Peristiwa cuaca ekstrem tersebut melanda Kecamatan Kalisat, Bangsalsari, dan Umbulsari sekitar pukul 14.30 WIB. Dampaknya, sedikitnya delapan rumah warga mengalami kerusakan dengan tingkat berbeda, serta puluhan pohon tumbang yang sempat menutup akses jalan.
Di Kecamatan Kalisat, sebuah pohon besar roboh menimpa atap rumah milik Hatima (60), warga Dusun Jambuan, Desa Plalangan. Meski bagian atap mengalami kerusakan cukup parah, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Kerusakan paling signifikan terjadi di Kecamatan Bangsalsari, tepatnya di Desa Gambirono. Sebanyak 16 pohon dilaporkan tumbang akibat terjangan angin. Tujuh rumah warga terdampak, dengan satu rumah ambruk dan enam lainnya mengalami kerusakan ringan. Selain itu, pohon tumbang juga sempat menutup badan jalan dan menghambat arus lalu lintas kendaraan roda dua maupun roda empat. Empat tiang listrik PLN turut roboh sehingga menyebabkan pemadaman di sejumlah titik.
Sementara itu, di Kecamatan Umbulsari, pohon tumbang di Desa Paleran juga menutup akses jalan dan membahayakan pengguna jalan yang melintas.
Kepala BPBD Jember, Edy Budi Susilo, menjelaskan bahwa dampak angin kencang mulai terasa sekitar pukul 14.50 WIB, tak lama setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut.
“Dalam waktu sekitar 20 menit setelah hujan turun, angin kencang menyebabkan pohon tumbang, merusak rumah warga, bahkan merobohkan tiang listrik,” ujarnya.
Merespons kondisi tersebut, tim gabungan yang terdiri dari BPBD Jember, TNI, Polri, PLN, Tagana, serta relawan langsung diterjunkan ke lokasi terdampak. Proses evakuasi dan pembersihan pohon tumbang dilakukan secara bertahap agar akses jalan dapat segera kembali normal. Hingga Jumat malam, jalur yang sempat tertutup sudah bisa dilalui kendaraan.
BPBD juga memastikan bantuan logistik segera disalurkan kepada warga yang rumahnya mengalami kerusakan berat, khususnya di Desa Gambirono. Sementara itu, perbaikan jaringan listrik masih terus dilakukan oleh pihak PLN untuk memulihkan pasokan listrik yang sempat padam.
Edy mengimbau masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi dalam beberapa hari ke depan. Wilayah dengan pepohonan besar dan jaringan listrik terbuka diminta lebih berhati-hati, terutama saat hujan deras disertai angin kencang.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa perubahan cuaca ekstrem dapat terjadi secara tiba-tiba. Dengan respons cepat BPBD dan tim gabungan, dampak kerusakan dapat diminimalkan, meski kewaspadaan bersama tetap menjadi kunci menghadapi ancaman serupa. (ADV).
