Jombang – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Jombang mengadakan rapat pleno terbuka untuk pengundian dan penetapan nomor urut pasangan calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati dalam Pilkada Kabupaten Jombang 2024. Acara yang diadakan pada Senin (23/9) di Ruang Husni Kamil Malik KPU Jombang tersebut berlangsung dengan penuh semangat dan dihadiri oleh Parpol pengusung, tim sukses, serta relawan dari masing-masing calon pasangan.
Rapat pleno dibuka secara resmi oleh Ketua KPU Jombang periode 2024-2029, Ahmad Udi Masjkur. Dalam perayaannya, Ahmad menyampaikan permohonan maaf atas keterbatasan ruang yang tersedia di aula KPU, mengingat antusiasme yang tinggi dari para pendukung dan simpatisan kedua pasangan calon. Di luar ruangan, halaman depan Kantor KPU Jombang juga dipadati oleh relawan yang juga memberikan dukungan kepada jagoan masing-masing.
“Kami berterima kasih atas partisipasi dan antusiasme yang besar dari para pendukung. Meski ruang terbatas, semoga tidak mengurangi semangat demokrasi yang kita junjung bersama,” ujar Ahmad.
Rapat pleno pengundian nomor urut ini menjadi momentum penting dalam perjalanan menuju Pilkada 2024 di Jombang. Kedua pasangan calon kini siap menggerakkan mesin politik mereka masing-masing untuk memenangkan hati masyarakat. Dengan nomor urut yang telah ditetapkan, para paslon diharapkan dapat mengedepankan kampanye yang sehat dan mendidik masyarakat dalam memilih pemimpin yang tepat.
Pengundian nomor urut berlangsung secara adil dan transparan. Pasangan Mundjidah Wahab – Sumrambah (MuRah) mendapat nomor urut 1. Paslon yang merupakan petahana ini didukung oleh partai besar seperti PDIP, PPP, dan Demokrat. Mundjidah Wahab, yang saat ini menjabat sebagai Bupati Jombang, tampak percaya diri dengan dukungan penuh dari koalisinya. Bersama wakilnya, Sumrambah, mereka bertekad melanjutkan program-program pembangunan yang telah dirintis pada periode sebelumnya.
Mundjidah Wahab dalam pidatonya juga menekankan pentingnya kebersamaan dan kerjasama untuk mewujudkan Jombang yang lebih baik.
“Kita harus bersatu untuk memastikan pembangunan di Jombang berjalan merata dan memberikan manfaat bagi semua masyarakat,” kata Mundjidah.
Sementara itu, pasangan Warsubi – Salmanudin Yazid (WarSa) memperoleh nomor urut 2. Pasangan ini didukung oleh Gerindra, PAN, PKB, Golkar, NasDem, dan PKS, menjadikannya salah satu kontestan kuat dalam Pilkada kali ini. Warsubi, wajah baru di panggung politik Jombang, menyatakan optimisme bahwa nomor urut 2 merupakan simbol keseimbangan dan kerjasama.
“Kami sebelumnya ikut Pilkades dua kali dan selalu mendapat nomor urut 2. Nomor ini punya makna penting, apalagi sama dengan nomor pasangan Prabowo-Gibran di Pilpres. Ini adalah tentang keseimbangan dan kebersamaan,” ujar Warsubi dengan penuh semangat.
Seusai pengundian, suasana menjadi semakin meriah dengan yel-yel dari para pendukung masing-masing paslon. Mereka mengenakan atribut khas, membawa spanduk, dan menghormati dukungan untuk pasangan pilihan mereka, menciptakan suasana pesta demokrasi yang hangat.
Pilkada Kabupaten Jombang 2024 diprediksi akan menjadi ajang pertarungan politik yang sengit, mengingat kedua pasangan calon memiliki basis massa yang kuat dan visi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Kedua paslon kini bersiap memulai masa kampanye dengan mengandalkan strategi dan program unggulan mereka masing-masing.
KPU Jombang berharap, dengan menetapkan nomor urut ini, kampanye yang dijalankan oleh kedua pihak dapat berlangsung secara damai, sehat, dan mengedukasi masyarakat. Pilkada ini diharapkan menjadi pesta demokrasi yang aman dan lancar, mencerminkan harapan seluruh masyarakat Jombang untuk masa depan yang lebih baik
