Bontang – Anggota DPRD Kota Bontang, Suharno, menyampaikan pesan mendalam dalam rangka menyambut Hari Raya Idulfitri 1446 Hijriah. Ia menekankan bahwa Idulfitri bukan hanya sekadar perayaan, melainkan momentum untuk kembali ke fitrah setelah menjalani proses spiritual selama bulan Ramadhan.
“Minal ‘aidin walfaidzin, taqobalallohu minna wa minkum, mohon maaf lahir dan batin,” ucap Suharno saat memberikan pesan lebaran kepada media ini, Minggu (30/3/2025).
Ia menjelaskan bahwa makna dari Idulfitri adalah hari kembali ke kesucian, yakni kembali ke kondisi fitrah manusia yang bersih dari dosa setelah ditempa oleh puasa Ramadhan.
Menurutnya, Ramadhan bukan hanya soal menahan lapar dan dahaga, tetapi juga tentang pengendalian diri, penguatan iman, dan pengasahan keikhlasan.
“Setelah sebulan berpuasa, kita berharap memperoleh rahmat, ampunan, dan dijauhkan dari api neraka—idqum minannar. Maka dari itu, kita menyambut Idulfitri sebagai momen puncak kembali ke fitrah,” tuturnya.
Suharno juga menambahkan, memasuki bulan Syawal, yang berarti peningkatan, hendaknya menjadi motivasi bagi umat Islam untuk terus memperbaiki kualitas amal dan ibadah. Ia berharap semangat yang terbentuk selama Ramadhan dapat terus dijaga bahkan ditingkatkan setelahnya.
“Syawal adalah bulan peningkatan. Harapannya, semangat ibadah kita tidak berhenti di Ramadhan, tetapi justru semakin meningkat setelahnya. Inilah makna sejati dari kemenangan,” tegasnya.
Sebagai wakil rakyat, Suharno juga mengajak seluruh masyarakat Kota Bontang untuk saling memaafkan dan memperkuat tali silaturahmi. Ia percaya bahwa keharmonisan sosial hanya bisa tercapai jika masyarakat mampu menjaga hati, mengedepankan toleransi, dan terus membina kebersamaan.
Pernyataan Suharno menjadi pengingat bahwa Hari Raya bukan hanya tentang euforia, melainkan refleksi dan langkah awal menuju kehidupan yang lebih bertakwa dan penuh amal baik.
