Probolinggo – Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni) Kabupaten Probolinggo memberikan pelatihan budi daya jamur kepada disabilitas tunanetra di Desa Asembakor, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Pelatihan ini diikuti oleh 16 orang yang terdiri dari pengurus dan anggota Pertuni Kabupaten dan Kota Probolinggo.
“Kami selalu berkolaborasi ketika pertemuan rutin. Target awal adalah 30 orang yang mendapat pelatihan, tetapi yang bisa hadir hanya separuhnya,” kata Ketua Pertuni Kabupaten Probolinggo, Moh. Anshori, dalam keterangan tertulis, Senin (15/7/2024).
Kolaborasi dan Pengenalan Materi
Pertuni menggandeng Miranti Dewi dari Mitra Bakti Pertuni Kabupaten Probolinggo sebagai instruktur. Miranti Dewi adalah pengusaha jamur yang sudah berkompeten dalam budi daya jamur. Pelatihan ini menekankan pengenalan alat-alat yang digunakan, seperti sarung tangan, pisau, sendok, dan cangkir, yang disampaikan dengan fokus pada perabaan.
“Disabilitas netra banyak mengandalkan perabaan, sehingga materi yang disampaikan banyak pengenalan alat mulai dari sarung tangan, pisau, sendok, cangkir, dan lain-lainnya,” tuturnya.
Proses dan Bahan Budi Daya Jamur
Sejumlah bahan budi daya jamur juga dikenalkan, mulai dari serbuk kayu, dedak atau padi halus, dan kapur putih sebagai bahan tempat penanaman biji jamur.
“Kami menjelaskan bahan-bahannya hingga proses awalnya dan caranya bagaimana menanam biji jamur sampai menjadi jamur,” katanya.
Upaya Meningkatkan Kesejahteraan
Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pengalaman baru dan alternatif sumber pendapatan bagi disabilitas tunanetra, yang selama ini hanya fokus pada usaha pijat atau seni.
“Kami ingin memberikan sumber pendapatan lain dalam meningkatkan perekonomian warga disabilitas netra. Selama ini kami sudah melaksanakan tiga pelatihan, yaitu membuat telur asin, memasak, dan budi daya jamur,” ujar Anshori.
Anshori berharap disabilitas tunanetra dapat mencoba dunia wirausaha, termasuk budi daya jamur, sehingga tidak hanya bergantung pada satu pekerjaan seperti memijat.
Pelatihan budi daya jamur ini merupakan bagian dari upaya Pertuni untuk meningkatkan kesejahteraan dan memberikan kesempatan baru bagi disabilitas tunanetra. Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan para peserta dapat mengembangkan keterampilan baru yang bermanfaat bagi mereka dan komunitas.
