Sangatta – Sebagai pintu gerbang utama menuju Kabupaten Kutai Timur, Kota Sangatta dinilai memerlukan peremajaan agar memberikan kesan yang lebih ikonik dan menarik. Hal ini disampaikan oleh Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutai Timur dari Fraksi Demokrat, Pandi Widiarto. Ia mendorong adanya inovasi baru untuk mempercantik wajah kota, terutama di sepanjang jalur lintas nasional yang menjadi akses utama ke wilayah tersebut.
“Sangatta adalah jalur provinsi lintas nasional. Wajah kota ini harus terlihat menarik. Kita sudah punya ikon patung singa di Simpang Lima, tapi perlu ada inovasi lagi supaya lebih ikonik dan modern,” ujar Pandi dalam wawancara di ruang kerjanya.
Momentum Perbaikan Jalan Nasional
Pandi menyoroti perbaikan jalan poros yang dilakukan oleh pemerintah pusat sebagai momentum tepat bagi pemerintah daerah untuk meningkatkan estetika pintu masuk Kota Sangatta. Ia percaya bahwa tampilan kota yang menarik akan menjadi daya tarik besar bagi pengunjung dan masyarakat setempat.
“Jalan poros yang menjadi akses utama ke Sangatta sudah diperbaiki oleh pemerintah pusat. Sekarang tinggal bagaimana pemerintah daerah memanfaatkan kesempatan ini untuk membangun tampilan yang lebih cantik dan menarik di pintu masuk Kutai Timur,” jelasnya.
Menurut Pandi, peremajaan ikon kota seperti patung, taman, atau gerbang masuk tidak hanya akan memperindah kota, tetapi juga memberikan citra dinamis dan modern bagi Sangatta. “Patung singa di Simpang Lima itu sebenarnya bagus, tetapi sudah lima tahun tidak diperbarui. Kalau diperemajakan, itu bisa menjadi daya tarik baru yang memperkuat citra Sangatta,” ujarnya.
Kesan Pertama yang Berarti
Pandi menegaskan bahwa tampilan awal sebuah kota merupakan elemen penting yang menciptakan kesan pertama bagi siapa saja yang datang. Dengan pintu masuk yang ikonik, Kota Sangatta dapat menarik lebih banyak wisatawan, investor, dan masyarakat luar untuk mengenal wilayah ini lebih dalam.
“Pintu masuk yang ikonik itu penting. Ini bukan hanya soal estetika, tetapi juga soal kesan pertama. Orang akan merasa lebih tertarik untuk datang dan mengenal lebih jauh tentang Sangatta jika melihat sesuatu yang ikonik,” paparnya.
Elemen baru seperti taman kota, lampu dekoratif, dan desain arsitektur modern juga disebut Pandi sebagai simbol transformasi daerah yang dapat mencerminkan perkembangan dan kemajuan Sangatta sebagai pusat aktivitas di Kutai Timur.
Dukungan untuk Pemda
Pandi berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah nyata untuk merealisasikan visi peremajaan tersebut. Ia mengusulkan alokasi anggaran khusus untuk mempercantik wajah Kota Sangatta, terutama di kawasan Simpang Lima dan sepanjang jalur lintas nasional.
“Saya harap pemerintah daerah bisa menjadikan ini salah satu prioritas. Anggaran harus disiapkan untuk pembangunan estetika ini. Ini peluang besar untuk meningkatkan daya tarik Sangatta dan Kutai Timur secara keseluruhan,” tegasnya.
Sebagai wakil rakyat, Pandi menyatakan dukungannya melalui kebijakan atau pengawasan. Ia juga mengajak masyarakat dan pelaku usaha untuk bersama-sama berpartisipasi dalam menjaga serta mengembangkan estetika kota.
“Kita semua bertanggung jawab untuk memperindah kota ini. Pemerintah, DPRD, masyarakat, dan pengusaha bisa bekerja sama menciptakan lingkungan yang nyaman dan menarik,” katanya.
Potensi Peningkatan Wisata dan Investasi
Peremajaan ikon kota Sangatta juga dinilai Pandi memiliki potensi besar dalam mendorong sektor pariwisata dan investasi di Kutai Timur. Ia meyakini, daya tarik visual kota dapat meningkatkan kunjungan wisatawan dan minat investor.
“Ketika orang melihat kota yang cantik dan tertata, mereka pasti berpikir bahwa daerah ini berkembang. Ini bisa mendorong lebih banyak wisatawan untuk berkunjung, sekaligus meyakinkan investor bahwa Kutai Timur adalah tempat yang potensial untuk berinvestasi,” paparnya.
Pandi mencontohkan kota-kota lain di Indonesia seperti Surabaya dan Balikpapan yang berhasil menarik perhatian dengan ikon dan estetika kota yang menarik. Ia percaya Sangatta juga bisa mencapai hal serupa jika pemerintah serius dalam merancang peremajaan kota.
Kolaborasi Semua Pihak
Dalam mewujudkan rencana ini, Pandi menggarisbawahi pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, DPRD, masyarakat, dan pihak swasta. Program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) disebutnya dapat menjadi salah satu solusi pembiayaan proyek peremajaan.
“Kerja sama dengan pihak swasta bisa menjadi solusi. Mereka dapat berkontribusi melalui program CSR untuk mendukung pembangunan estetika di kota ini,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa masyarakat juga memiliki peran penting dalam menjaga kebersihan dan keindahan kota. Dengan partisipasi aktif semua pihak, ia optimistis Sangatta akan semakin dikenal sebagai kota yang menarik, modern, dan penuh peluang.
Harapan untuk Masa Depan
Pandi mengungkapkan harapannya agar pemerintah daerah segera merealisasikan peremajaan pintu masuk Kota Sangatta. Ia yakin langkah ini akan memberikan dampak positif besar bagi perkembangan Kutai Timur, baik dari segi ekonomi, sosial, maupun budaya.
“Kota yang menarik akan mencerminkan masyarakatnya yang maju. Ini adalah kesempatan besar untuk membuat Kutai Timur lebih dikenal luas dan disegani. Semoga pemerintah daerah segera bertindak,” tutupnya.
