Mojokerto – Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto terus menunjukkan komitmennya dalam perang melawan narkoba. Setelah enam kelurahan diluncurkan sebagai Kelurahan Bersinar (Bersih Narkoba) pada tahun 2021 hingga 2023, kini Pemkot bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Mojokerto kembali meluncurkan dua kelurahan Bersinar, yaitu Kelurahan Wates dan Kelurahan Meri. Dengan demikian, telah terbentuk delapan kelurahan Bersinar di Kota Mojokerto.
Langkah Berani Pemkot Mojokerto
Peluncuran kelurahan Bersinar ini berlangsung di Lynn Hotel, Jumat (26/7). Penjabat (Pj.) Wali Kota Mojokerto M. Ali Kuncoro menyampaikan harapannya agar ke depan semua kelurahan di Kota Mojokerto bisa menjadi kelurahan Bersinar. “Program ini bagus sekali, kita berharap ke depan semua kelurahan di Kota Mojokerto bisa menjadi kelurahan Bersinar, bagaimana kita berusaha memitigasi peredaran narkoba mulai dari tingkat bawah,” ucapnya.
Ali Kuncoro juga menekankan pentingnya kesadaran dan kesiapan seluruh kelurahan dalam menghadapi bahaya peredaran gelap narkoba yang semakin masif. “Saya berharap pemberdayaan masyarakat mulai dari kelurahan harus ditingkatkan dan digalakkan. Jadi ini perangnya sudah sangat masif, jangan sampai generasi muda yang kita miliki malah tidak bersiap untuk 2045, tapi malah bermasalah dengan terjerumus kejahatan narkoba,” ungkap sosok yang akrab disapa Mas Pj tersebut.
Upaya Preventif dan Tes Narkoba
Komitmen Pemkot Mojokerto dalam perang melawan narkoba juga ditunjukkan dengan pelaksanaan tes narkoba secara berkala bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkot Mojokerto. “Seluruh Kepala OPD (Organisasi Perangkat Daerah) sudah kita lakukan tes narkoba, ke depan ASN juga akan kita lakukan sampling tes narkoba sehingga bisa memastikan bahwa ASN yang ada di Kota Mojokerto benar-benar clean (bersih) terkait masalah narkoba,” pungkas Ali Kuncoro.
Dukungan dan Kolaborasi dengan BNN
Kepala BNN Kota Mojokerto, Agus Sutanto, menyatakan pentingnya dukungan seluruh stakeholder terkait, termasuk Pemkot Mojokerto, dalam membentuk Kelurahan Bersinar. “Dalam pembentukan Kelurahan Bersinar ini kita butuh dukungan seluruh stakeholder terkait termasuk Pemkot Mojokerto, bagaimana bersama-sama kita selamatkan Kota Mojokerto ini menjadi kota yang Bersinar (Bersih Narkoba),” ungkapnya.
Agus Sutanto juga menekankan bahwa upaya preventif harus terus dilakukan guna membentengi masyarakat dari bahaya narkoba. Sejak pertama kali Kelurahan Bersinar diluncurkan di Kota Mojokerto pada tahun 2021, ia menyebut telah terjadi penurunan prevalensi kasus narkoba. “Alhamdulillah dari tahun 2021 kita bentuk Kelurahan Bersinar ada prevalensi yang menurun, oleh karena itu seluruh stakeholder harus bersama-sama berpartisipasi aktif dalam menurunkan prevalensi tersebut,” pungkasnya.
Masa Depan Kota Mojokerto
Dengan langkah-langkah berani dan komitmen kuat dari Pemkot Mojokerto serta kolaborasi erat dengan BNN, diharapkan Kota Mojokerto dapat semakin memperkuat pertahanannya terhadap ancaman narkoba. Kehadiran delapan Kelurahan Bersinar menjadi bukti nyata bahwa perjuangan melawan narkoba tidak hanya menjadi tugas pemerintah, tetapi juga memerlukan partisipasi aktif dari seluruh masyarakat. Bersama-sama, kita bisa menjadikan Kota Mojokerto sebagai kota yang benar-benar Bersih Narkoba, tempat di mana generasi muda dapat tumbuh dan berkembang dengan aman menuju tahun 2045 dan seterusnya.
