Malang Raya – Pemerintah Kota (Pemkot) Batu berusaha untuk meningkatkan kompetensi Aparatur Sipil Negara (ASN). Hal ini dalam rangka memenuhi standar kompetensi manajerial jabatan pengawas dengan menggelar Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) Angkatan XIII 2024, Jumat (2/8/2024).
Selain itu, Penjabat (Pj) Wali Kota Batu Aries Agung Paewai di Kota Batu. Ia menyatakan ada tiga kunci utama yang menjadi poin penting pelaksanaan PKP, yakni integritas, kedisiplinan, dan dedikasi ASN.
“Kunci utamanya integritas, disiplin, dan dedikasi, kritik yang baik bukan publikasi atas opini pribadi, melainkan tindakan konstruktif dan koordinatif,” ungkap Aries.
PKP Pelatihan Struktural Kepemimpinan Penuhi Standar Kompetensi Karyawan
Selain itu, para ASN juga diminta memiliki kepedulian sebagai bentuk tanggung jawab kepada masyarakat di kota setempat.
“Saya yakin tidak ada pemimpin yang tidak peduli. Bagian dari introspeksi diri kita adalah apakah kita sudah menempatkan diri dengan baik sebagai atasan, bawahan, dan sesama rekan kerja,” katanya.
Selain itu, pelaksana tugas (Plt) Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPKSDM) Kota Batu Sugeng Pramono. Mereka menjelaskan PKP merupakan pelatihan struktural kepemimpinan untuk memenuhi standar kompetensi manajerial jabatan pengawas.
Sementara itu, pelatihan Kepemimpinan Pengawas itu mengacu peningkatan peserta. Peningkatan tersebut dalam mengendalikan kegiatan pelayanan publik sesuai standar operasional prosedur.
PKP Melalui Pola Kemitraan BPSDM
Kemudian ia mengungkapkan bahwa penyelenggaraan PKP. Hal ini melalui pola kemitraan antara Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Jawa Timur dan Pemkot Batu.
“Dari 28 pejabat pimpinan tinggi pratama, sebanyak 19 pejabat telah menyelesaikan Pelatihan Kepemimpinan Nasional TK II dan dua pejabat sedang menjalani PKN Tk II,” tandasnya.
Kemudian, kata dia dari 114 pejabat administrator, sebanyak 88 diantaranya sudah mengikuti Pelatihan Kepemimpinan Administrator.
“Pejabat pengawas 69 dari 113 orang telah menjalani Pelatihan Kepemimpinan Pengawas, dengan 40 orang sedang menjalani pelatihan melalui pola kemitraan dan 4 orang melalui pola kontribusi,” ungkapnya.
Terakhir, perwakilan BPSDM Provinsi Jawa Timur Sri Rahayuningsih berharap para peserta dapat meningkatkan kompetensi diri sebagai pejabat pengawas.
“Kami harap yang mengikuti stay relevant dan terus mengembangkan diri serta produktif menghasilkan inovasi untuk masyarakat serta untuk mencapai Indonesia Emas,” ungkap Sri.
