Tenggarong – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) meraih penghargaan prestisius sebagai yang terbaik dalam Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim).
Penghargaan ini diberikan sebagai pengakuan atas kesuksesan Kukar dalam melaksanakan pembangunan daerah dengan efektif dan efisien, menandai komitmen yang kokoh dalam mengangkat kualitas hidup masyarakat serta memperkokoh fondasi pembangunan wilayah.
Penjabat Gubernur Kalimantan Timur, Akmal Malik, menyerahkan penghargaan ini kepada Sekretaris Daerah Kabupaten Kukar, Sunggono, dalam rangkaian acara Musyawarah Perencanaan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJPD) dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kaltim 2025 di Hotel Mercure Samarinda, Kamis (2/5/2024).
Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi atas pencapaian pembangunan pada tahun 2023, yang dinilai oleh tim independen yang melibatkan akademisi dan pejabat terkait. Aspek penilaian PPD mencakup pencapaian pembangunan, sinergi perencanaan, konsistensi substansi, dan inovasi.
“Kami ucapkan selamat kepada para penerima Penghargaan Pembangunan Daerah. Kalau kota, rasanya tahu semua akan menang. Hanya posisinya saja yang mana peringkat satu, dua, atau tiga,” ujar Akmal Malik.
Sunggono, yang didampingi oleh Pelaksana Tugas Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Sy. Vanessa Vilna, mengucapkan terima kasih atas penghargaan ini.
“Kita berharap pencapaian ini dapat memotivasi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kukar untuk terus meningkatkan kualitas kinerjanya,” tutur Sunggono.
Dalam pemberian penghargaan ini, Kabupaten Kukar berhasil mengungguli Kabupaten Berau dan Kabupaten Paser yang masing-masing meraih peringkat kedua dan ketiga. Sementara dari sisi kota, Kota Samarinda berhasil meraih peringkat pertama, diikuti oleh Kota Balikpapan dan Kota Bontang.
Prestasi ini menegaskan peran penting Pemkab Kukar dalam mewujudkan pembangunan yang merata dan berkelanjutan bagi seluruh lapisan masyarakat, serta menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam mengelola sumber daya dan potensi lokal secara optimal.
