Jakarta – Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Todotua Pasaribu, menegaskan bahwa pemerintah tetap konsisten dalam menjalankan kebijakan strategis guna memulihkan kepercayaan (trust) pasar. Pernyataan ini disampaikan di tengah pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang terjadi di Bursa Efek Indonesia (BEI).
“Pasar itu berdasarkan kepercayaan (trust). Fluktuasi naik turun adalah hal biasa, tetapi dengan penegakan hukum yang semakin baik, serta perencanaan dan konsep hilirisasi yang jelas, pasar akan melihat prospek positif ke depan,” ujar Todotua di Jakarta, Selasa (18/3/2025).
Ia menambahkan bahwa berbagai faktor, baik domestik maupun global, memengaruhi pergerakan pasar saham. Namun, yang paling penting adalah bagaimana pemerintah tetap konsisten dalam mengeksekusi kebijakan, mempercepat realisasi investasi, serta mendorong proyek hilirisasi yang sudah dirancang.
“Kemudian, dengan adanya Danantara yang melakukan percepatan investasi, kita sadar betul bahwa Indonesia memiliki sumber daya dan potensi pasar yang besar. Secara positioning global, Indonesia sangat strategis,” tambahnya.
Pada hari yang sama, Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, bersama Ketua Komisi XI DPR RI, Muhamad Misbakhun, dan jajaran anggota DPR lainnya, melakukan kunjungan ke Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI).
Misbakhun menyampaikan bahwa kunjungan tersebut merupakan bentuk dukungan DPR RI terhadap BEI dan pasar modal Indonesia.
“Kami memberikan dukungan positif ke Bursa Efek Indonesia (BEI),” ujar Misbakhun.
Sebelumnya, BEI sempat melakukan pembekuan sementara perdagangan (trading halt) pada pukul 11.19 WIB akibat penurunan IHSG yang melebihi 5 persen.
Dengan langkah-langkah strategis yang diambil pemerintah, diharapkan kepercayaan investor dapat segera pulih dan pasar modal Indonesia kembali stabil di tengah tantangan ekonomi global.
