Kutim – Di era serba digital, telepon genggam tak lagi sekadar alat komunikasi. Bagi pelaku usaha kecil, perangkat sederhana di tangan bisa menjadi etalase yang membuka peluang pasar lebih luas. Semangat itulah yang dibagikan Tim Media Relation-Public Communication (PC) Kaltim Prima Coal (KPC) kepada peserta Program Urang Sengata Berdaya (USB) Batch II di Rumah Adat Kutai Sengata, Jalan Ringroad, Sangatta Utara, Selasa (23/6/2026).
Kegiatan yang mengusung tema “Jualan Makin Laris dari Hand Phone (HP), Kenali Target Pasar” tersebut menjadi bagian dari sesi pendampingan pasca pelatihan kewirausahaan. Program USB merupakan hasil kolaborasi antara Local Business Development (LBD) KPC, Lembaga Adat Kutai Sengata, Lembaga Adat Besar Kutai Sengata, serta komunitas Koperasi Insan Tangguh Sejahtera (KiTS) Sangatta. Acara turut dihadiri Superintendent LBD KPC Faizal, CDO LBD Wiji Resmiati dan Rober Soebandy, Ketua Panitia Lucy Dwi Agustin, serta jajaran pengurus KiTS.
General Manager External Sustainable Development (ESD) KPC Wawan Setiawan melalui Superintendent LBD KPC Faizal menjelaskan bahwa USB Batch II difokuskan untuk mendorong pelaku usaha ultra mikro agar berkembang menjadi usaha mikro yang lebih mandiri. Program tersebut diikuti 40 peserta yang berasal dari Lembaga Adat Besar Kutai Sengata, Lembaga Adat Kutai Sengata, dan Persatuan Purnabakti Karyawan (PPK) KPC.
“Semoga, pelatihan hari ini yang dibawakan oleh tim Media KPC dapat memberikan manfaat, ilmu baru serta informasi tambahan sehingga dapat memacu ide dan kreatifitas dalam pembuatan konten menarik seputar pemasaran produk di sosial media. Dengan harapan dapat berdapak positif guna peningkatan omset pendapatan dan penjualan para pengusaha UMKM sekaligus membantu upaya Pemerintah dalam peningkatan ekonomi masyarakat lokal Kutim yang tangguh dan berdaya saing,” ujar Faizal.
Ia menjelaskan, peserta akan mengikuti 12 kali pertemuan serta memperoleh pendampingan dari KiTS selama satu tahun setelah menyelesaikan tiga sesi kelas kewirausahaan. Kegiatan kali ini merupakan bagian dari mentoring lanjutan yang disiapkan panitia bersama LBD KPC.
Dalam pelatihan tersebut, empat anggota Tim Media KPC yang terdiri atas Egidyah Jihananda, Rafaela Geralda, Bella Alda Ma Yanti, dan Fadhlan Dabith membagikan materi mengenai strategi pemasaran digital. Peserta diperkenalkan pada pentingnya menentukan target pasar agar lebih mudah memilih platform promosi dan menyusun deskripsi produk yang tepat.
Egidyah Jihananda atau Jihan menjelaskan bahwa keberhasilan membuat konten tidak selalu ditentukan oleh mahalnya perangkat yang digunakan. Menurutnya, teknik pengambilan gambar dan pencahayaan yang baik justru menjadi faktor penting agar produk terlihat lebih menarik.
Selain itu, peserta juga diperkenalkan dengan konsep Search Engine Optimization (SEO) untuk membantu memperluas jangkauan promosi melalui media digital. Konsistensi dalam mengunggah konten dan memperkenalkan produk kepada masyarakat dinilai menjadi salah satu kunci meningkatkan penjualan.
Salah seorang peserta, Siti Rahmah, pemilik usaha “Ikan Kering Kios Rahma”, mengaku bersyukur dapat mengikuti program pemberdayaan tersebut. Perempuan berusia 29 tahun yang tinggal di Teluk Lingga, Sangatta Utara, itu selama ini masih mengandalkan penjualan secara konvensional di Pasar Sangatta Selatan dan belum terbiasa menggunakan media sosial sebagai sarana pemasaran.
“Terima kasih KPC yang telah memberikan kesempatan kepada para pengusaha UMKM lokal guna meningkatkan kapasitas dan kualitas dalam menunjang usaha. Semoga KPC sukses dan keberadaannya memberikan manfaat yang berdampak positif untuk masyarakat khususnya di Kutai Timur,” katanya.
Menurut Siti, ilmu yang diperoleh dari pelatihan tersebut membuka wawasan baru dalam memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi. Ia berharap strategi pemasaran digital yang dipelajari dapat membantu meningkatkan omzet usahanya di masa mendatang.
Melalui Program Urang Sengata Berdaya Batch II, KPC terus memperkuat upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal. Pendampingan yang berkelanjutan diharapkan mampu menciptakan pelaku UMKM yang lebih adaptif, kreatif, serta memiliki daya saing dalam menghadapi perkembangan pasar digital.
