Mojokerto – Upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto untuk memperkuat konektivitas antarwilayah kembali terlihat nyata. Melalui proyek rekonstruksi jalan Banjarsari–Japanan, pemerintah daerah menargetkan peningkatan kualitas infrastruktur transportasi demi menunjang aktivitas ekonomi dan sosial warga setempat.
Pekerjaan yang dimulai sejak Selasa (21/10/2025) itu memiliki volume 5,50 meter x 1.125,00 meter dengan nilai anggaran mencapai Rp 3,21 miliar, bersumber dari Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (PAPBD) Tahun 2025. Pelaksana proyek adalah CV Madya Pratama, dengan masa pengerjaan selama 83 hari kalender, terhitung sejak 7 Oktober 2025 dan direncanakan rampung pada 28 Desember 2025.
Perwakilan pihak pelaksana proyek menjelaskan bahwa pembangunan jalan ini menjadi langkah penting dalam memperlancar arus barang dan jasa di wilayah Mojokerto bagian selatan. “Kami berharap hasil pembangunan ini dapat menunjang aktivitas warga, terutama dalam hal distribusi barang dan mobilitas antarwilayah,” ujarnya saat ditemui di lokasi proyek.
Pernyataan tersebut senada dengan harapan masyarakat setempat yang menyambut baik pelaksanaan proyek ini. Salah satu warga Desa Banjarsari, Iswati, mengaku bersyukur karena akses jalan yang selama ini rusak akhirnya diperbaiki. “Alhamdulillah, dengan adanya pembangunan jalan ini, masyarakat sekitar akan lebih mudah beraktivitas dan akses ekonomi menjadi lebih lancar,” katanya dengan penuh semangat.
Selain meningkatkan kenyamanan pengguna jalan, proyek ini diharapkan mampu membuka peluang ekonomi baru bagi pelaku usaha kecil dan menengah di sekitar wilayah Banjarsari–Japanan. Akses transportasi yang lebih baik akan mempercepat pergerakan hasil pertanian, perdagangan, serta layanan publik yang sebelumnya terkendala kondisi jalan rusak.
Pihak Pemkab Mojokerto menilai proyek ini sebagai bagian dari upaya jangka panjang memperbaiki infrastruktur dasar di berbagai kecamatan. Dengan perencanaan matang dan pelaksanaan tepat waktu, pemerintah optimistis proyek ini dapat memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat sebelum akhir tahun.
Masyarakat berharap rekonstruksi ini tidak hanya memperindah tampilan jalan, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi lokal yang berkelanjutan. Proyek tersebut menjadi simbol komitmen pemerintah daerah dalam membangun Mojokerto yang lebih maju dan terhubung.
