Kubar – Dengan gegap gempita dan semangat kebersamaan, ajang Pekan Daerah (PEDA) XI Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kalimantan Timur resmi ditutup di Taman Budaya Sendawar, Kutai Barat, Sabtu (21/6/2025). Acara penutupan ini menandai akhir perhelatan besar para pelaku sektor pangan se-Kaltim yang sarat makna, inovasi, dan solidaritas.
Wakil Ketua DPRD Kalimantan Timur, Ekti Imanuel, yang hadir dalam penutupan, menyampaikan apresiasi tinggi atas kesuksesan Kabupaten Kutai Barat sebagai tuan rumah sekaligus peraih gelar juara umum PEDA XI. Ia menegaskan bahwa ajang ini bukan sekadar lomba, tetapi forum strategis untuk memperkuat fondasi kemandirian pangan daerah.
“Pertanian adalah kunci keragaman pangan, dan inilah pijakan kita menuju swasembada,” ujar Ekti dengan penuh semangat, seraya menekankan pentingnya jejaring dan kolaborasi antar pelaku pertanian.
Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, juga mengapresiasi seluruh peserta dari berbagai kabupaten/kota yang telah menunjukkan dedikasi tinggi. Ia menyebut PEDA XI sebagai ajang yang mampu menumbuhkan inovasi dan semangat gotong royong di tengah tantangan pangan global yang kian kompleks.
“PEDA ini telah menciptakan jejaring, menumbuhkan inovasi, dan memperkuat gotong royong antar pelaku pangan,” katanya.
PEDA XI bukan hanya menampilkan kompetisi antar daerah, tetapi juga menjadi panggung untuk menampilkan praktik pertanian terbaik, promosi hasil unggulan, serta memperkuat solidaritas antar petani dan nelayan. Dalam suasana penuh semangat, para peserta saling berbagi pengalaman, strategi adaptasi iklim, serta inovasi lokal yang relevan untuk menjawab tantangan zaman.
Ajang ini juga dianggap sebagai momentum penting dalam menggalang kekuatan petani dan nelayan menghadapi perubahan pasar dan ketidakpastian iklim. Semangat kolektif yang dibangun dalam PEDA XI diharapkan mampu membawa perubahan nyata bagi kesejahteraan pelaku pangan di Kalimantan Timur.
Usai sukses di Kutai Barat, Paser ditetapkan sebagai tuan rumah untuk PEDA XII mendatang. Seluruh pihak berharap perhelatan berikutnya bisa menjadi etalase yang lebih semarak dan berdampak luas terhadap pembangunan pertanian dan kelautan di daerah.
Dengan semangat yang dikukuhkan lewat PEDA XI, Kalimantan Timur kembali menegaskan komitmennya untuk mendorong kemandirian pangan yang tangguh, berkelanjutan, dan berpijak pada kekuatan lokal yang inklusif. (ADV).
