Samarinda – Di tengah riuhnya geliat pembangunan dan semangat urban yang terus bertumbuh, kota Samarinda akhirnya kedatangan tamu baru yang tidak hanya membawa ranjang nyaman dan kopi hangat, tetapi juga warna, karakter, dan ruang kreativitas yang tak biasa. Dialah Yello Hotel Samarinda, hotel pertama dari jaringan Yello Hotels yang hadir di Pulau Kalimantan.
Resmi dibuka pada Selasa (17/6/2025), Yello Hotel Samarinda menandai babak baru bagi The Ascott Limited (Ascott), unit bisnis perhotelan milik CapitaLand Investment Limited (CLI). Kehadiran hotel ini bukan hanya perluasan jaringan, tetapi juga simbol dari misi besar: menjadikan perhotelan sebagai ruang hidup yang dinamis, kreatif, dan selaras dengan denyut lokal.
Bangunan hotel ini berdiri gagah dengan fasad penuh warna cerah khas Yello, mengundang siapa saja yang melintas untuk berhenti sejenak dan bertanya, “Apa yang terjadi di sini?”
Philip Barnes, Country General Manager The Ascott Limited – Indonesia, menggambarkannya sebagai langkah strategis yang berpadu dengan semangat lokal. “Samarinda memiliki keunikan dan potensinya sendiri, dan kami bangga menjadi bagian dari momentum perkembangan kota ini. Melalui merek Yello Hotels, kami ingin membawa energi segar dan berjiwa muda yang selaras dengan semangat lokal,” katanya dalam keterangan pers pembukaan.
Hotel ini menyediakan 104 kamar dalam empat tipe yang berkarakter: Yello Room, Yello Urban Room, Yello Urban Xtra Room, dan Yello Suite. Semua kamar dirancang dengan konsep urban yang berani, praktis, penuh gaya, serta didukung teknologi canggih. Dinding-dindingnya tidak jarang dihiasi mural seni jalanan, menciptakan atmosfer yang menghidupkan semangat anak muda dan kreativitas kota.
Namun Yello Hotel bukan sekadar tempat untuk tidur. Di dalamnya, terdapat Wok N Tok Café yang menjadi tempat ideal untuk bersantai sambil mencicipi kudapan atau mengobrol dengan kolega, serta Lanalika Restaurant yang menyajikan beragam pilihan kuliner lokal dan internasional. Bagi mereka yang ingin merasakan suasana rumahan sambil bermain, tersedia social lounge dengan permainan konsol dan board game, menciptakan pengalaman menginap yang tidak monoton.
“Tujuan kami adalah menciptakan ruang di mana kreativitas tumbuh dan komunitas lokal merasa diterima,” ujar Agung Santoso, Hotel Manager Yello Hotel Samarinda.
Ia menambahkan, langkah awal hotel ini dalam membangun koneksi dengan komunitas adalah mengadakan ajang seni “Yello Off Da Wall Street Art Competition.” Lomba tersebut bukan hanya menjadi wadah ekspresi, tetapi juga jembatan yang menyatukan identitas lokal dengan atmosfer hotel yang urban.
“Kami ingin Yello Hotel Samarinda menjadi lebih dari sekadar tempat yang nyaman untuk menginap. Semangat baru yang kami bawa diharapkan memberikan sesuatu yang berbeda, tidak hanya bagi para tamu tetapi juga bagi masyarakat Samarinda,” lanjut Agung.
Letaknya yang strategis menjadi nilai tambah tersendiri. Yello Hotel Samarinda memberi akses mudah ke sejumlah destinasi utama di kota ini, seperti Islamic Center yang megah, Sungai Mahakam yang legendaris, dan Desa Budaya Pampang yang menjadi jendela kearifan lokal Dayak. Dengan lokasi tersebut, hotel ini tidak hanya mengincar wisatawan bisnis, tetapi juga pelancong yang ingin menjelajahi kekayaan budaya Kalimantan Timur.
Hotel ini juga menawarkan promo pembukaan menarik, yakni tarif mulai dari Rp413.223++ per malam, berlaku hingga 30 Juni 2025. Untuk pelancong setia Ascott, tersedia program keanggotaan ASR (Ascott Star Rewards) dengan beragam keuntungan seperti upgrade kamar, check-in lebih awal, dan poin bonus.
Bagi Ascott, kehadiran Yello Hotel Samarinda adalah bagian dari strategi besar mereka di Indonesia. Hingga pertengahan 2025, Ascott telah mengoperasikan delapan properti Yello di kota-kota besar seperti Jakarta, Jambi, Surabaya, Bali, Bandung, dan Batam. Total keseluruhan properti Ascott di Indonesia kini mencapai 89, memperkuat posisinya sebagai salah satu pemain utama dalam industri perhotelan tanah air.
Kehadiran Yello Hotel di Samarinda juga menjadi cermin dari pergeseran tren wisata dan perhotelan di Kalimantan. Kota yang dulu lebih dikenal karena sektor batu bara dan kayunya ini, kini mulai merambah sektor pariwisata kreatif dan gaya hidup. Dengan sentuhan hotel seperti Yello, Samarinda perlahan menapaki citra baru: kota yang modern, dinamis, dan ramah bagi wisatawan muda.
Rina, seorang tamu asal Balikpapan yang tengah menginap, mengaku terkesan dengan konsep hotel ini. “Saya suka atmosfernya yang playful dan modern. Anak saya betah main di lounge, dan saya bisa kerja sambil ngopi. Ini bukan hotel biasa,” katanya sambil tersenyum.
Melalui strategi yang menitikberatkan pada pengalaman dan koneksi lokal, Yello Hotel Samarinda tampaknya akan menjadi magnet baru, bukan hanya bagi pelancong luar kota, tapi juga warga lokal yang mencari suasana berbeda. Dengan kombinasi antara kenyamanan, gaya urban, dan sentuhan komunitas, hotel ini memberikan warna baru dalam kanvas besar perkembangan kota Samarinda.
Seperti mural yang menyapa dari dinding kota, Yello Hotel Samarinda hadir bukan hanya untuk dilihat, tetapi untuk dirasakan.
