Balikpapan – Bidang Inovasi dan Teknologi dari Badan Riset dan Inovasi Daerah Provinsi Kalimantan Timur mengadakan pameran hasil riset di Platinum Hotel Balikpapan pada Selasa (21/11/2023).
Sambutan pembuka Ekspose Hasil Riset disampaikan oleh perwakilan Kepala Brida Kaltim, Ir. Syahrir, yang mewakili Kepala Bidang Inovasi dan Teknologi. Acara ini memperlihatkan tiga judul riset, yaitu:
1) Potensi Pemanfaatan Energi Baru Terbarukan berbasis Small Modular Reactor (SMR) di Provinsi Kalimantan Timur;
2) Evaluasi Kemandirian Pangan dengan Fokus pada Sumber Karbohidrat dan Protein di Provinsi Kalimantan Timur;
3) Optimalisasi Lahan untuk Sektor Perkebunan, Kehutanan, dan Pertambangan di Kawasan Ekosistem Karst Sangkulirang-Mangkalihat.
Pada riset pertama yang akan diungkapkan hari ini, fokusnya adalah potensi pemanfaatan Small Modular Reactor (SMR) sebagai sumber energi baru terbarukan di Provinsi Kalimantan Timur.
Tujuan utamanya adalah mendukung inisiatif nasional untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dalam sektor energi, sekaligus merangkul konsep Indonesia Net Zero Emission pada tahun 2060 atau bahkan lebih awal. Riset ini akan menyoroti peran krusial energi baru terbarukan (EBT) dalam mencapai tujuan tersebut.
Judul riset kedua yang akan dipresentasikan hari ini berkaitan dengan “Penguatan Kemandirian Pangan di Kalimantan Timur: Analisis Sumber Karbohidrat dan Protein.” Fokus utama penelitian ini adalah untuk menggali informasi mengenai tingkat ketersediaan, kebutuhan, dan tingkat kemandirian pangan terkait sumber karbohidrat dan protein di Provinsi Kalimantan Timur.
Hasil riset ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang mendalam mengenai dinamika pangan dalam konteks regional tersebut.
Untuk judul riset terakhir pada kegiatan ekspose hari ini, diketahui bersama bahwa Karst Sangkulirang-Mangkalihat memiliki banyak manfaat untuk Provinsi Kalimantan Timur, yaitu tidak hanya sebagai penghasil sumber daya mineral berupa batu kapur (segi ekonomi), kawasan karst juga berfungsi sebagai daerah tangkapan dan penyimpanan air yang sangat dibutuhkan baik bagi flora, fauna, maupun masyarakat yang ada di sekitar kawasan tersebut.
“Semoga dengan kegiatan ini hasil riset yang telah dilakukan dapat dimanfaatkan sebagai input berbagai pihak terkait dalam meningkatkan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Kalimantan Timur” harap Syahrir.
Hasil riset menghadirkan Kurnia Anzhar, M.Si (BRIN), Prof. Dr. Djarot Sulistio Wisnubroto (BRIN) sebagai Narasumber untuk judul riset pertama, Eka Noor Santi, SP, MP (Balitbangda/BRIDA Kaltim), Prof. Dr. Bernatal Saragih, SP, M.Si (Universitas Mulawarman), Dr. Ir. M. Hidayanto, MP (BRIN) sebagai Narasumber untuk judul riset kedua dan Noor Wahyuningsih, ST, M.Ling (Balitbangda/Brida Kaltim).
Kemudian, Ir. Oki Oktariadi, M.Si (Badan Geologi Kementerian ESDM), Nurani Citra Adran, S.Si, M.Ec.Dev (Dinas PUPR Prov Kaltim), Ir. H. Niel Makinuddin, MT (Yayasan Konservasi alam Nusantara (YKAN)) sebagai Narasumber untuk judul riset ketiga pada acara ekspose yang dihadiri oleh unsur Pemerintah Provinsi, Kementerian/Lembaga, Perangkat Daerah Kabupaten/Kota, Akademisi/Perguruan Tinggi, BRIDA/Bappelitbang Kab/Kota dan Organisasi Masyarakat/LSM.
