Sangatta – Seperti aliran sungai yang terus mencari muara terbaiknya, upaya Pemerintah Kabupaten Kutai Timur untuk memperkuat kualitas pendidikan Al-Qur’an kembali bergulir melalui kegiatan Bimbingan Teknis dan Sertifikasi Tenaga Pendidik Pembelajaran Al-Qur’an Metode Ummi yang digelar di Hotel Victoria Sangatta, Senin (17/11/2025). Program ini diharapkan menjadi pijakan kuat bagi peningkatan mutu baca-tulis Al-Qur’an di sekolah-sekolah negeri wilayah tersebut.
Kegiatan tahun ini diikuti total 189 peserta, terdiri dari 140 guru baru dan 49 tenaga pendidik angkatan pertama. Para peserta merupakan perwakilan dari Sangatta Utara dan Sangatta Selatan. Pelaksanaan bimtek dijadwalkan berlangsung selama sepekan dengan target penguatan pemahaman metode Ummi—mulai dari makhraj, tajwid, tartil, hingga tahsin—sebagai standar pembelajaran Al-Qur’an di sekolah.
“Kami berharap tahun 2026 pembinaannya dapat diperluas ke zona satu, seperti Teluk Pandan, Rantau Pulung, hingga Bengalon,” ujar Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutai Timur, Mulyono, saat diwawancarai di Lokasi.
Ia menyampaikan bahwa perluasan ini menjadi bagian dari rencana jangka panjang agar seluruh sekolah negeri di Kutai Timur memiliki pembelajaran Al-Qur’an yang lebih terstruktur. Selain itu, Mulyono menegaskan bahwa pendanaan untuk guru pengajar Al-Qur’an berasal dari APBD Kutai Timur. “Honor pengajar Rp1.500.000 tiap bulan. Kami berharap ke depan dukungan juga dapat datang dari CSR perusahaan,” lanjutnya.
Pada kesempatan tersebut, Mulyono menjelaskan perkembangan signifikan yang telah dicapai. Program pembelajaran Al-Qur’an metode Ummi pertama kali diterapkan pada tahun ajaran 2023–2024 di tujuh sekolah negeri. Memasuki tahun 2025, jumlahnya meningkat menjadi 31 sekolah negeri: 17 SD Negeri di Sangatta Utara, 14 SD Negeri di Sangatta Selatan, serta 3 SMP Negeri di Sangatta Selatan.
“Alhamdulillah hari ini kita bisa melaksanakan bimtek dan sertifikasi bagi 140 guru baru serta 49 guru yang sudah ada. Mudah-mudahan proses ini berjalan lancar dan mampu memaksimalkan pembelajaran di sekolah,” ujar Mulyono.
Ia menambahkan bahwa tujuan besar program ini adalah memastikan seluruh siswa Muslim di Kutai Timur mampu membaca Al-Qur’an dengan baik saat mereka lulus SD maupun SMP, bahkan memiliki hafalan minimal Juz 30. Fondasi baca Al-Qur’an yang kuat diyakini akan menjadi bekal penting bagi kehidupan anak didik di masa mendatang.
Dengan bertambahnya jumlah sekolah yang mengimplementasikan metode Ummi serta meningkatnya jumlah guru bersertifikasi, Pemkab Kutim optimistis program ini dapat terus berkembang pada tahun-tahun berikutnya. (ADV).
