Bontang – Pembangunan infrastruktur di Kecamatan Bontang Barat, Kota Bontang, hingga saat ini dinilai masih sangat minim. Kondisi jalanan yang masih berupa tanah, kurangnya penerangan jalan, dan keterbatasan akses air bersih menjadi permasalahan utama yang dihadapi oleh masyarakat di kawasan ini. Menanggapi kondisi tersebut, anggota DPRD Kota Bontang, Aloysius Roni, mengungkapkan bahwa wilayah ini memerlukan perhatian serius dari pemerintah untuk segera mengatasi persoalan infrastruktur yang sudah berlangsung puluhan tahun.
Menurut Aloysius Roni, pembangunan jalan di kawasan ini sangatlah mendesak, terutama di Jalan Gotong-Royong yang kondisinya masih jauh dari layak. “Jalan Gotong-Royong sudah puluhan tahun tidak mengalami pembangunan yang memadai. Di sana hanya ada sekitar 20 sampai 30 meter jalan yang dicor di bagian depan, sedangkan sisanya masih berupa jalan tanah,” ujar Roni.
Kondisi ini, menurutnya, tidak hanya menyulitkan masyarakat dalam beraktivitas sehari-hari, tetapi juga menghambat mobilitas dan potensi ekonomi di wilayah tersebut.
Kampung Timur Juga Memerlukan Kelanjutan Pembangunan
Selain Jalan Gotong-Royong, Aloysius Roni juga menyoroti kondisi infrastruktur di Kampung Timur yang terletak di Kelurahan Kanaan. Kampung ini sebelumnya telah mendapat bantuan pembangunan akses jalan melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-120 pada tahun 2024. Namun, pembangunan akses jalan ini belum sepenuhnya selesai, dan masyarakat masih membutuhkan kelanjutan pembangunan untuk memperbaiki kondisi jalan yang ada.
“Di Kampung Timur, atau biasa disebut Kampung Mas Darling, ada daerah yang kemarin telah dibangun akses jalan dalam kegiatan TMMD 2024. Tapi itu perlu dilanjutkan, karena saat ini baru ada akses jalan, tinggal dilakukan pengecoran untuk memastikan kualitasnya lebih baik,” jelas Roni. Pembangunan lanjutan di Kampung Timur ini sangat penting agar masyarakat di wilayah tersebut dapat menikmati akses jalan yang layak.
Minimnya Infrastruktur Dasar di Bontang Barat
Selain permasalahan jalan yang belum diaspal atau dicor, Bontang Barat juga masih menghadapi keterbatasan dalam hal penerangan jalan dan pasokan air bersih. Banyak area di kecamatan ini yang belum memiliki penerangan jalan, membuat masyarakat merasa tidak aman saat bepergian pada malam hari. Tidak adanya lampu jalan juga menyulitkan mobilitas masyarakat dan meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas di malam hari.
“Kondisi tanpa penerangan jalan ini sangat merugikan masyarakat, terutama saat mereka harus keluar pada malam hari. Ini adalah kebutuhan dasar yang seharusnya dapat disediakan oleh pemerintah,” kata Roni.
Masalah lain yang tidak kalah penting adalah sulitnya akses air bersih di beberapa wilayah di Bontang Barat. Banyak warga yang masih bergantung pada sumur atau sumber air tradisional untuk kebutuhan sehari-hari, karena pasokan air bersih dari pemerintah belum sepenuhnya menjangkau kawasan ini.
Tantangan dalam Pembangunan Infrastruktur Bontang Barat
Aloysius Roni mengakui bahwa pembangunan infrastruktur di Bontang Barat masih menghadapi berbagai tantangan, terutama dari segi anggaran dan prioritas pembangunan kota. Menurutnya, salah satu kendala utama adalah alokasi anggaran yang belum merata, sehingga ada beberapa wilayah yang lebih diperhatikan dibandingkan wilayah lain.
Roni juga menyoroti perlunya koordinasi dan kerjasama yang lebih erat antara legislatif dan eksekutif agar pembangunan di Kecamatan Bontang Barat dapat terealisasi dengan lebih baik. “Ini bukan hanya soal anggaran, tapi bagaimana kita bisa bekerjasama dengan pihak eksekutif untuk memastikan pembangunan di Bontang Barat berjalan dengan baik,” katanya.
Ia berharap pemerintah kota dan para pemangku kebijakan dapat memberikan perhatian lebih terhadap wilayah Bontang Barat, sehingga pemerataan pembangunan benar-benar dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.
Respon dan Harapan Masyarakat
Masyarakat Bontang Barat, terutama yang berada di sekitar Jalan Gotong-Royong dan Kampung Timur, sangat berharap agar pembangunan infrastruktur di wilayah mereka dapat segera ditingkatkan. Menurut seorang warga setempat bernama Nurhayati, kondisi jalan tanah yang sering berlumpur ketika hujan membuat akses keluar-masuk kampung menjadi sulit. “Kalau hujan, jalan jadi berlumpur dan sulit dilewati. Kami berharap pemerintah segera memperhatikan kondisi jalan di sini,” ujar Nurhayati.
Warga lain, Adi, yang tinggal di Kampung Timur, juga mengungkapkan rasa frustrasinya terhadap kondisi jalan yang belum tuntas. “Jalan memang sudah ada setelah program TMMD kemarin, tapi belum selesai, masih banyak yang perlu diperbaiki. Kalau jalan dicor, pasti lebih nyaman dan aman untuk dilewati,” katanya.
Masyarakat juga berharap agar permasalahan penerangan jalan segera diatasi. Banyak warga yang merasa khawatir ketika harus keluar pada malam hari karena kondisi jalan yang gelap dan rawan kecelakaan. “Penerangan jalan sangat penting. Kami berharap agar pemerintah bisa memasang lampu jalan di area yang gelap, terutama di jalan utama,” tambah Nurhayati.
Upaya Pemerintah untuk Memenuhi Kebutuhan Infrastruktur
Menanggapi berbagai keluhan masyarakat, pemerintah Kota Bontang telah menyatakan komitmennya untuk terus berupaya memenuhi kebutuhan infrastruktur di seluruh wilayah kota. Salah satu program yang direncanakan adalah peningkatan alokasi anggaran untuk pembangunan jalan dan fasilitas umum lainnya di Bontang Barat pada tahun anggaran mendatang. Namun, pemerintah juga mengakui bahwa pelaksanaan pembangunan di beberapa wilayah mungkin memerlukan waktu lebih lama karena keterbatasan anggaran dan sumber daya.
Sementara itu, anggota DPRD Bontang seperti Aloysius Roni akan terus mendorong agar pembangunan di Kecamatan Bontang Barat menjadi prioritas utama dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) mendatang. Ia berharap agar seluruh usulan yang disampaikan masyarakat terkait pembangunan infrastruktur dapat dimasukkan ke dalam rencana pembangunan pemerintah daerah.
“Kami akan memastikan bahwa semua masukan dari masyarakat disampaikan ke pemerintah kota. Ini adalah tanggung jawab kita bersama untuk mewujudkan pembangunan yang merata dan berkelanjutan di Kota Bontang,” ungkap Roni.
Solusi Jangka Panjang untuk Bontang Barat
Sebagai langkah jangka panjang, pemerintah daerah diharapkan dapat menyusun rencana strategis untuk mengatasi berbagai permasalahan infrastruktur di Kecamatan Bontang Barat. Pembangunan jalan yang layak, penerangan jalan, dan penyediaan air bersih merupakan kebutuhan dasar yang harus diprioritaskan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat di daerah ini.
Selain itu, adanya dukungan dari program pemerintah pusat, seperti TMMD, juga perlu dimanfaatkan dengan maksimal. Kegiatan TMMD yang telah dimulai di Kampung Timur merupakan contoh kolaborasi yang baik antara pemerintah daerah dan TNI dalam membangun infrastruktur dasar. Program-program seperti ini perlu terus dilanjutkan agar seluruh masyarakat, termasuk yang berada di wilayah terpencil, dapat merasakan manfaat pembangunan.
