Gresik – Pasca gempa bumi berkekuatan 6,4 magnitudo (M) melanda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Jumat 30 Juni 2023 malam. Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini menginstruksikan jajaran untuk melakukan respon cepat. Enam Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementerian Sosial terdekat dari lokasi bencana. Meluncur segera setelah bencana terjadi pada Minggu (2/7/2023)
Enam sentra/balai terdekat yang dikerahkan adalah Sentra Terpadu Prof. Dr. Soeharso di Surakarta. Kemudian, Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Regional III Yogyakarta. Demikian pula Sentra Antasena di Magelang, Sentra Satria di Baturraden.
Terakhir, Sentra Terpadu Kartini di Temanggung, dan Sentra Margo Laras di Pati. Mereka diperintahkan untuk menyisir seluruh lokasi terdampak bencana dan memberikan bantuan penanganan darurat kepada warga terdampak.
Penanganan Darurat
Bantuan penanganan darurat yang dilakukan oleh Kementerian Sosial meliputi pendirian tenda serbaguna dan tenda keluarga untuk pengungsian serta penyaluran bantuan logistik.
Kemensos mendirikan satu tenda serbaguna untuk pengungsian di Padukuhan Kuwon Kidul, Gunungkidul. Sedangkan, empat tenda keluarga didirikan di Padukuhan Kuwon Tengah, Semanuk, Gunungkidul.
Bantuan Logistik
Bantuan logistik dari Sentra Terpadu Soeharso untuk Kabupaten Pacitan mencakup makanan anak, makanan siap saji, lauk pauk siap saji, bumbu siap saji, kidsware, kasur, selimut, tenda gulung, dan tenda keluarga portable. Nilai bantuan tersebut sebesar Rp223.213.000.
Sentra Margo Laras juga memberikan bantuan logistik berupa makanan anak, makanan siap saji, selimut, dan sandang dewasa dengan nilai bantuan Rp12.892.900.
Kemensos menyalurkan Bantuan logistik untuk Kabupaten Bantul dan Gunungkidul melalui Sentra Terpadu Kartini, Sentra Antasena, BBPPKS Yogyakarta, dan Lumbung Sosial di Gunungkidul.
Sentra Terpadu Kartini memberikan bantuan logistik seperti makanan anak, makanan siap saji, lauk pauk siap saji, dan tenda keluarga dengan nilai bantuan sebesar Rp52.836.000.
Sentra Antasena memberikan bantuan logistik berupa makanan siap saji, kompor, matras, kasur, dan tenda keluarga dengan nilai bantuan sebesar Rp45.000.000. BBPPKS Yogyakarta memberikan bantuan logistik seperti makanan anak, makanan siap saji, lauk pauk siap saji, kidsware, kasur, dan selimut dengan nilai bantuan sebesar Rp62.374.600.
Lumbung sosial di Gunungkidul menyediakan bantuan berupa tenda serbaguna dan tenda gulung dengan nilai bantuan sebesar Rp30.448.000.
Selain itu, Kemensos menyalurkan bantuan logistik untuk masyarakat terdampak gempa di Kabupaten Kebumen melalui Sentra Satria. Bantuan tersebut meliputi makanan anak, makanan siap saji, peralatan dapur, pampers, pembalut, kidsware, matras, selimut, dan tenda gulung dengan nilai bantuan sebesar Rp34.324.790.
Lumbung sosial juga memberikan bantuan berupa makanan anak, makanan siap saji, peralatan dapur, dan tenda gulung dengan nilai bantuan sebesar Rp5.856.720.
Dengan demikian, total keseluruhan bantuan yang tersalurkan oleh Kementerian Sosial (Kemensos) untuk penanganan dampak gempa Bantul mencapai Rp466.946.010.
Kemensos Mengerahkan Seluruh Unit untuk Koordinasi Bantuan
Gempa dengan magnitudo 6,4 tersebut berpusat di 86 kilometer barat daya Bantul, DIY, dengan kedalaman 25 kilometer. Guncangan gempa terasa hingga beberapa wilayah, dan Kabupaten Bantul, Gunungkidul, Pacitan, dan Kebumen menjadi wilayah yang terdampak parah.
Tim dari Kementerian Sosial, termasuk mengerahkan Unit Pelaksana Teknis (UPT) yang bekerja secara cepat dan koordinasi. Koordinasi tersebut melalui Command Center Kemensos dan grup WhatsApp. Koordinasi tersebut untuk memberikan bantuan dan melakukan penanganan darurat kepada warga yang terdampak.
Pada akhirnya, Pendirian tenda-tenda pengungsian dan penyaluran bantuan logistik menjadi upaya utama untuk memenuhi kebutuhan dasar. Kemudian memberikan perlindungan sementara kepada warga yang terkena dampak gempa.
