Bondowoso – Tawa riang anak-anak memenuhi ruang kelas, seolah menjadi musik pagi yang menghangatkan suasana. Di RA Salafatul Mubarok, Desa Kembang, keceriaan itu hadir saat para siswa menikmati hidangan Makan Bergizi Gratis (MBG), Senin (4/5/2026).
Puluhan siswa terlihat duduk melingkar di atas karpet hijau bersama para guru, menyantap makanan dengan tertib dan penuh semangat. Mengenakan seragam biru khas, mereka tampak antusias menikmati setiap sajian. Suasana kebersamaan begitu terasa, menciptakan momen hangat yang tidak hanya mengenyangkan, tetapi juga membahagiakan. Program ini menjadi bukti bahwa pemenuhan gizi dapat berjalan beriringan dengan peningkatan semangat belajar anak-anak sejak dini.
Program MBG tersebut dijalankan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tlogosari yang berlokasi di Desa Gentong RT 18 RW 04, Kecamatan Tlogosari, Kabupaten Bondowoso. Dapur MBG yang berada di bawah naungan Yayasan Bustanul Ulum ini mampu memproduksi hingga 1.860 paket makanan setiap hari. Distribusinya menjangkau 26 lembaga pendidikan, mulai dari tingkat KB, RA/PAUD/TK hingga SMA, dengan total penerima manfaat mencapai 1.724 siswa dan tenaga pendidik.
“Alhamdulillah, pelaksanaan MBG di SPG Tlogosari berjalan lancar. Kami melayani 1.860 paket dalam sehari yang mencakup siswa, guru, hingga kelompok B3. Semua tersalurkan sesuai sasaran,” ujar Baharuddin Yahya, Kepala SPPG Tlogosari.
Selain menyasar lingkungan sekolah, program ini juga menjangkau kelompok B3, yaitu ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Sebanyak 136 penerima manfaat mendapatkan dukungan gizi melalui dua posyandu yang telah ditentukan. Hal ini menunjukkan bahwa program MBG tidak hanya fokus pada pendidikan, tetapi juga kesehatan masyarakat secara menyeluruh.
Apresiasi terhadap program ini juga datang dari pihak sekolah. Mereka merasakan langsung dampak positif dari keberadaan MBG, terutama dalam meningkatkan kehadiran dan semangat belajar siswa.
“Kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya. Dengan adanya makan bergizi gratis, anak-anak semakin antusias, lebih semangat belajar dan hadir di sekolah,” ungkap Fatimatus Zahro dari RA Salafatul Mubarok.
Ia juga berharap agar ke depan menu yang disajikan dapat lebih bervariasi, sehingga siswa tidak merasa bosan dan tetap menikmati setiap hidangan yang diberikan setiap harinya.
Adapun menu yang disajikan pada hari tersebut meliputi nasi putih, ayam bakar, tempe goreng, tumis pakcoy wortel, serta buah jeruk santang yang kaya akan vitamin. Kombinasi menu ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan nutrisi harian anak-anak secara seimbang.
Program MBG di Tlogosari menjadi contoh nyata bagaimana intervensi gizi dapat berdampak luas, tidak hanya pada kesehatan, tetapi juga pada kualitas pendidikan. Dengan keberlanjutan program ini, diharapkan generasi muda di Bondowoso dapat tumbuh lebih sehat, cerdas, dan berdaya saing di masa depan.
