Bondowoso – Dapur yang tak pernah benar-benar “padam”, SPPG Pancoran menjadi denyut baru upaya pemenuhan gizi masyarakat melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG). Setiap harinya, ribuan porsi makanan bergizi disiapkan dan didistribusikan, menjangkau berbagai lapisan penerima manfaat dari siswa hingga kelompok rentan.
Program yang dikelola oleh Yayasan Rahayu Wangi Pasundan ini mampu melayani hingga 2.503 porsi makanan setiap hari. Distribusi tersebut mencakup 25 lembaga pendidikan mulai dari PAUD hingga SMA, dengan total penerima manfaat sebanyak 1.696 siswa dan 251 tenaga pendidik. Selain itu, program ini juga menyasar kelompok B3 yang terdiri dari ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, dengan jumlah penerima mencapai 358 orang.
Kepala SPPG Pancoran, Ade Bagus Tumarta, memastikan bahwa pelaksanaan program berjalan sesuai rencana dan menjangkau seluruh sasaran secara optimal.
“Alhamdulillah, pelaksanaan MBG di SPPG Pancoran berjalan lancar. Kami melayani 2.503 paket dalam sehari yang mencakup siswa, guru, hingga kelompok B3. Semua tersalurkan sesuai sasaran,” ujarnya.
Ia menjelaskan, proses pembaruan data penerima manfaat terus dilakukan guna menjaga akurasi distribusi. Penyesuaian ini penting, terutama di tingkat pendidikan menengah atas, seiring adanya perubahan jumlah siswa akibat kelulusan.
“Kami menyesuaikan data di lapangan, termasuk siswa kelas akhir yang sudah lulus. Ini penting agar tidak terjadi kelebihan atau kekurangan distribusi,” jelasnya.
Sementara itu, Asisten Lapangan, Faqih Firdaus, menekankan bahwa variasi menu menjadi kunci dalam menjaga minat konsumsi para penerima manfaat, khususnya siswa.
“Menu kami susun agar disukai anak-anak, dengan kombinasi lauk, sayur, dan buah segar. Harapannya bisa meningkatkan nafsu makan siswa,” ungkapnya.
Ia juga menegaskan bahwa kualitas makanan menjadi perhatian utama dalam setiap tahapan, mulai dari pengolahan hingga distribusi ke lokasi penerima.
“Kami menjaga kualitas dan memastikan distribusi tepat waktu, sehingga makanan tetap layak dan enak saat dikonsumsi,” tambahnya.
Keberhasilan program ini tak lepas dari kolaborasi berbagai pihak, termasuk kader pendamping yang turut membantu proses distribusi dan pemantauan di lapangan. Dengan sistem yang terorganisir, SPPG Pancoran mampu memastikan setiap porsi makanan sampai kepada penerima dalam kondisi baik.
Program MBG di Pancoran diharapkan menjadi model percontohan bagi daerah lain dalam upaya peningkatan gizi masyarakat. Selain membantu memenuhi kebutuhan nutrisi harian, program ini juga berkontribusi dalam menekan angka stunting serta meningkatkan kualitas kesehatan generasi muda di Kabupaten Bondowoso.
Langkah konsisten ini menjadi bukti bahwa intervensi gizi yang tepat sasaran dapat memberikan dampak signifikan, tidak hanya bagi individu, tetapi juga bagi masa depan daerah secara keseluruhan.
