Kutim – “Banyak orang tidak ditakdir hadir ke majelis,” pesan Ustadz Muhammad Arif saat mengisi ceramah peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di Masjid Baitul Muhibbin, Jalan Simono, Sangatta Utara, Kabupaten Kutai Timur, Sabtu (15/8/2026) malam. Di hadapan jamaah, ia menekankan bahwa kesempatan datang ke masjid, mengikuti pengajian, berzikir, dan berselawat merupakan nikmat yang perlu disyukuri sekaligus dijaga dengan istiqamah.
Ustadz Muhammad Arif menjadi salah satu figur utama dalam rangkaian Maulid Nabi yang diselenggarakan Panitia Penyelenggara Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H tersebut. Dalam tausiyahnya, ia tidak hanya mengulas kecintaan kepada Rasulullah SAW, tetapi juga mengingatkan jamaah mengenai pentingnya menghadiri majelis ilmu di tengah berbagai kesibukan kehidupan. Ia berharap kebersamaan jamaah dalam kegiatan itu menjadi jalan datangnya keberkahan umur, rezeki, dan kehidupan.
“Banyak orang tidak ditakdir hadir ke majlis. Ilmu dan majelis dzikir dan peringatan maulid nabi. Semoga diberi keberkahan umur,” kata Ustadz Muhammad Arif.
Ia mengaku terharu menyaksikan kekompakan jamaah Masjid Baitul Muhibbin di Simono. Antusiasme masyarakat menghadiri peringatan maulid dinilainya menjadi sesuatu yang patut disyukuri, terlebih mengajak seseorang mengikuti pengajian terkadang bukan perkara mudah.
“Gampang apa susah? Susah Pak. Rata-rata kalau diajak ngaji itu susah, bahkan yang mau ngaji itu dipesenin dulu. Nanti jangan lama-lama ya Pak Ustaz. Pokoknya kira-kira ya paling lama 40 menit lah, jangan terlalu panjang,” ujarnya dengan gaya ceramah yang akrab.
Pernyataan tersebut disampaikan untuk menggambarkan tantangan dalam menjaga semangat menuntut ilmu agama. Meski demikian, Ustadz Muhammad Arif bersyukur karena pada malam itu jamaah tetap diberikan kesempatan untuk berkumpul di masjid dan mengikuti pengajian bersama.
“Alhamdulillah malam ini kita ditakdir mau hadir ke masjid, mau ngaji bersama. Sekali lagi kita mohon kepada Allah mudah-mudahan berkahnya ngaji, berkah umurnya, berkah rizkinya,” tuturnya.
Menurut Ustadz Muhammad Arif, keberkahan sebuah majelis tidak berhenti pada banyaknya jamaah yang hadir. Nilai terpenting justru terletak pada sejauh mana ilmu, selawat, dan pesan yang diterima dapat membawa perubahan dalam perilaku sehari-hari. Karena itu, ia mengajak jamaah menjaga konsistensi dalam menjalankan ajaran Nabi Muhammad SAW.
Dalam ceramahnya, Ustadz Muhammad Arif juga memberikan perhatian khusus terhadap lantunan selawat yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan maulid. Ia berharap selawat kepada Rasulullah SAW dapat menjadi penguat spiritual bagi jamaah untuk tetap berada dalam tuntunan dan akhlak Nabi.
“Mudah-mudahan barokahnya sholawat Allah subhanahu wa ta’ala memberikan ma’unah kepada kita semua sehingga kita dapat istiqomah untuk menjalankan tuntunan dan ajaran Rasulullah. Istiqomah meneladani akhlak Rasulullah sehingga kelak di hari perhitungan amal kita diakui sebagai umatnya dan mendapatkan syafaatnya,” kata Ustadz Muhammad Arif.
Ia menegaskan bahwa memperingati Maulid Nabi semestinya menjadi momentum untuk memperdalam pengenalan terhadap perjalanan hidup Rasulullah SAW. Semangat tersebut kemudian diwujudkan melalui upaya meneladani akhlak Nabi dalam kehidupan keluarga, bertetangga, maupun bermasyarakat.
Dalam bagian tausiyah berikutnya, Ustadz Muhammad Arif menyampaikan kisah mengenai awal perjalanan kehidupan Nabi Muhammad SAW dengan merujuk pada Kitab Maulid Ad-Diba’i karya Abdurrahman Ad-Diba’i. Rujukan tersebut menjadi bagian dari materi ceramah untuk membawa jamaah memahami perjalanan Rasulullah sekaligus menumbuhkan kecintaan kepada beliau.
Ceramah Ustadz Muhammad Arif menjadi salah satu bagian yang menonjol dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di Masjid Baitul Muhibbin. Pesan tentang keberkahan menghadiri majelis ilmu, istiqamah mengikuti tuntunan Rasulullah, dan pentingnya meneladani akhlak Nabi menjadi benang merah yang ia sampaikan kepada jamaah.
Sebelumnya, Ketua Panitia H. Imron menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya kegiatan tersebut. Ia juga mengapresiasi jamaah dan seluruh pihak yang telah membantu penyelenggaraan acara, baik melalui tenaga maupun dukungan materi.
“Kami atas nama Panitia mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh Bapak, Ibu, dan semua pihak yang telah membantu terselenggaranya kegiatan ini, baik berupa tenaga, materi, maupun hubungan lainnya. Semoga segala bantuan dan keikhlasannya menjadi amal ibadah dan mendapatkan balasan berlipat ganda dari Allah SWT,” ujar H. Imron.
H. Imron berharap momentum Maulid Nabi dapat menambah kecintaan jamaah kepada Rasulullah SAW serta membawa keberkahan bagi keluarga dan seluruh jamaah Masjid Baitul Muhibbin.
Melalui tausiyah Ustadz Muhammad Arif, peringatan Maulid Nabi di Simono pun diarahkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Jamaah diajak menjadikan kecintaan kepada Rasulullah SAW sebagai dorongan untuk rajin menghadiri majelis ilmu, memperbanyak selawat, menjaga istiqamah, dan menghadirkan akhlak Nabi dalam kehidupan sehari-hari.
