Bondowoso – “Jangan cuma menikmati.” Pesan itu mengemuka dalam peringatan Hari Jadi Bondowoso (Harjabo) ke-207 saat Bupati Bondowoso Abd. Hamid Wahid mengajak masyarakat tidak berhenti pada nostalgia sejarah, tetapi ikut meninggalkan jejak kebaikan bagi generasi mendatang.
Ajakan tersebut disampaikan Abd. Hamid Wahid ketika menghadiri Istighosah dan Tasyakuran Hari Jadi Bondowoso ke-207 di makam Raden Bagus Asra atau Ki Ronggo, Sabtu (15/8/2026). Ki Ronggo dikenal sebagai tokoh pendiri Kabupaten Bondowoso. Kegiatan yang dihadiri alim ulama, tokoh agama, jajaran Forkopimda, keluarga besar Ki Ronggo, serta masyarakat itu sekaligus menjadi ruang untuk mendoakan para pendahulu yang berjasa membangun cikal bakal Bondowoso.
Bupati menilai perjalanan Bondowoso yang telah melampaui usia dua abad tidak dapat dilepaskan dari perjuangan banyak generasi. Karena itu, Hari Jadi Bondowoso dinilainya perlu dimaknai sebagai pengingat bahwa masyarakat saat ini memiliki tanggung jawab untuk melanjutkan perjuangan tersebut melalui karya dan pengabdian yang bermanfaat.
“Dengan semangat Hari Jadi Bondowoso ke-207, mari kita terus bergerak, bekerja, dan memberikan yang terbaik bagi daerah,” kata Abd. Hamid Wahid.
Menurutnya, semangat peringatan hari jadi harus diwujudkan dalam kontribusi nyata. Ia tidak ingin Harjabo hanya menjadi agenda seremonial tahunan tanpa memberi dorongan terhadap kemajuan daerah dan penguatan kebersamaan masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Abd. Hamid Wahid juga menegaskan pembangunan Bondowoso tidak dapat hanya bergantung kepada pemerintah daerah. Kemajuan wilayah membutuhkan keterlibatan berbagai unsur, mulai ulama, tokoh masyarakat, generasi muda, pelaku dunia usaha hingga masyarakat secara luas.
“Pembangunan Bondowoso bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi merupakan tanggung jawab kita bersama,” ujarnya.
Kolaborasi tersebut, menurut Bupati, menjadi penting karena tantangan pembangunan membutuhkan partisipasi banyak pihak. Pemerintah memiliki kewenangan dalam kebijakan dan pelayanan publik, tetapi keberhasilan pembangunan juga ditentukan oleh dukungan, kepedulian dan peran aktif masyarakat dalam menjaga kondisi daerah tetap kondusif.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga persatuan dan kebersamaan. Nilai tersebut dinilai penting agar pembangunan yang dilaksanakan dapat berjalan dengan baik serta tidak kehilangan semangat gotong royong yang selama ini menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.
Keteladanan Ki Ronggo dan para pendahulu Bondowoso turut menjadi perhatian dalam peringatan tersebut. Bupati berharap perjuangan mereka dapat menjadi inspirasi bagi generasi sekarang untuk tidak hanya menerima hasil pembangunan yang diwariskan, tetapi juga menciptakan sesuatu yang berguna bagi generasi berikutnya.
“Jangan sampai kita hanya menjadi generasi yang menikmati hasil perjuangan para pendahulu. Kita juga harus menjadi generasi yang mampu meninggalkan warisan kebaikan bagi anak cucu kita,” tegasnya.
Pesan tersebut menjadi salah satu penekanan utama dalam rangkaian Harjabo ke-207. Masyarakat diajak melihat sejarah bukan sebatas catatan masa lalu, melainkan sumber inspirasi untuk menentukan arah masa depan Bondowoso.
Dalam istighosah dan tasyakuran itu, Bupati bersama masyarakat juga memanjatkan doa bagi daerah. Harapannya, Bondowoso senantiasa mendapatkan kedamaian, keamanan, keberkahan dan kesejahteraan serta mampu terus bergerak menuju kemajuan.
Peringatan di makam Ki Ronggo juga memperlihatkan keterhubungan antara penghormatan kepada sejarah dengan tanggung jawab masa kini. Mengenang para pendiri daerah diharapkan tidak berhenti pada penghormatan simbolis, tetapi diterjemahkan menjadi kesadaran untuk menjaga, merawat dan membangun Bondowoso secara berkelanjutan.
“Selamat Hari Jadi Bondowoso ke-207. Mari kita jadikan momentum ini sebagai pengingat sejarah, penguat persatuan, dan penyemangat untuk membangun Bondowoso yang semakin baik di masa depan,” pungkasnya.
Melalui Harjabo ke-207, pemerintah daerah berharap semangat perjuangan para pendahulu terus hidup dalam masyarakat. Peringatan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa warisan terbaik bagi generasi berikutnya bukan hanya sejarah yang dikenang, melainkan daerah yang terus berkembang, damai, dan memberikan kehidupan yang lebih baik bagi masyarakatnya.
