Bondowoso – Di tengah dinamika politik internal yang kerap menguji kekuatan organisasi, Musyawarah Cabang (Muscab) DPC PKB Bondowoso justru menjadi panggung konsolidasi. Laporan pertanggungjawaban (LPJ) kepemimpinan Ahmad Dhafir periode 2021–2026 diterima dalam sidang pleno yang digelar di Ijen View Hotel & Resort, Sabtu (4/4/2026), menandai kepercayaan kader terhadap arah kepemimpinan sebelumnya.
Penerimaan LPJ tersebut menjadi bagian penting dalam rangkaian Muscab yang diikuti jajaran pengurus dan kader partai. Dalam forum itu, Dhafir menegaskan bahwa capaian yang diraih selama masa kepemimpinannya bukanlah hasil kerja individu, melainkan kolaborasi seluruh elemen partai. Ia menyebut, keberhasilan organisasi sangat ditentukan oleh kepatuhan terhadap aturan internal, termasuk Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) sebagai landasan utama.
“Ini bukan semata persoalan pribadi, tetapi hasil kerja kolektif seluruh jajaran pengurus,” ujar Dhafir.
Menurutnya, proses penerimaan LPJ tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga mencerminkan pengakuan terhadap kerja bersama dalam menjaga stabilitas dan arah perjuangan partai. Ia menekankan bahwa setiap keputusan partai harus dijalankan secara disiplin demi menjaga keutuhan organisasi.
Dhafir juga mengingatkan bahwa siapa pun yang nantinya mendapatkan mandat dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP), wajib didukung penuh oleh seluruh kader. Hal ini dinilai penting agar tidak terjadi perpecahan yang justru dapat melemahkan kekuatan politik partai di tingkat daerah.
“Tujuan kita sama, yakni memenangkan partai. Itu hanya bisa dicapai dengan kebersamaan dan kekompakan,” ujarnya.
Dalam refleksi kepemimpinannya, Dhafir menyinggung capaian peningkatan kursi legislatif PKB di DPRD Bondowoso. Sejak memimpin, ia mencatat tren kenaikan jumlah kursi hingga mencapai 16 kursi. Meski demikian, ia mengakui target maksimal belum sepenuhnya tercapai, namun fondasi untuk peningkatan di pemilu mendatang telah dipersiapkan.
Saat ditanya mengenai target perolehan 20 hingga 24 kursi, Dhafir menyebut angka 20 kursi masih realistis untuk dicapai. Ia menegaskan bahwa strategi pemenangan tidak dapat diungkap secara terbuka, namun yang terpenting adalah menjaga soliditas internal sebagai modal utama.
“Semua partai punya target. Yang terpenting adalah menjaga soliditas internal,” katanya.
Lebih lanjut, Dhafir menjelaskan bahwa pelaksanaan Muscab kali ini merupakan bagian dari strategi DPP untuk meminimalkan potensi konflik internal. Berdasarkan pengalaman sebelumnya, konflik dalam Muscab bisa lebih kompleks dibandingkan kontestasi pemilu, sehingga diperlukan mekanisme yang mampu menjaga stabilitas organisasi.
Ia juga menyinggung munculnya tiga nama calon ketua DPC yang akan diputuskan oleh DPP, yakni dirinya sendiri, Tohari, dan Ubaidilah. Menurutnya, keputusan akhir sepenuhnya berada di tangan DPP, dan seluruh kader diharapkan dapat menerima hasil tersebut dengan sikap dewasa.
“Pengalaman sebelumnya, konflik Muscab bisa lebih besar dibanding pemilu. Pola ini dirancang agar kader fokus pada kinerja,” ujarnya.
Selain itu, Dhafir juga menyoroti keberhasilan partai dalam memenangkan Pilkada 2025 di Bondowoso sebagai bukti nyata kekuatan konsolidasi internal. Ia menegaskan bahwa posisi ketua bukan sekadar jabatan, melainkan amanah besar untuk mengelola seluruh daerah pemilihan dan menjaga kepentingan partai secara menyeluruh.
“Yang utama adalah kesiapan berjuang, baik diberi mandat maupun tidak,” kata Dhafir.
Dengan berakhirnya rangkaian Muscab, PKB Bondowoso diharapkan mampu menjaga momentum soliditas dan meningkatkan kinerja politik ke depan. Penerimaan LPJ menjadi simbol bahwa konsolidasi internal tetap terjaga, sekaligus menjadi pijakan untuk menghadapi tantangan politik yang semakin kompetitif.
