Jember – Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Jember dalam beberapa hari terakhir mengakibatkan tanah longsor di Kelurahan Patrang, Kecamatan Patrang. Peristiwa tersebut mulai diketahui sekitar tanggal 19 Januari 2026.
Kejadian longsor pertama kali dilaporkan oleh salah seorang warga, Endang Wahyuni yang akrab disapa Bu Robi, kepada Ketua RT 04 Kelurahan Patrang, Ahmad Nurul Wijaya. Dalam laporannya, Bu Robi menyampaikan bahwa bagian belakang rumahnya mengalami longsor.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Ketua RT segera menghubungi Camat Patrang serta pihak Kelurahan Patrang. Bersama perangkat kelurahan, dilakukan peninjauan langsung ke lokasi terdampak. Dari hasil pantauan, diketahui tanah di bawah permukiman warga mengalami retakan cukup parah. Bahkan, pada beberapa rumah bagian dapur, plesteran dinding sudah retak dan kemasukan air akibat kondisi tanah yang labil.
Pihak Kecamatan Patrang kemudian menghubungi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember. BPBD merespons cepat dengan turun langsung ke lokasi bersama tim. Sebagai langkah penanganan darurat, BPBD memberikan bantuan berupa dua lembar terpal untuk menutup area rawan longsor agar air hujan tidak semakin meresap ke dalam tanah. Penyerahan bantuan tersebut disertai dengan penandatanganan berita acara serah terima oleh pihak penerima.
Berdasarkan data sementara, tidak terdapat korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, kerugian materi diperkirakan mencapai sekitar Rp400 juta. Tercatat sedikitnya lima rumah terdampak longsor, termasuk bangunan toko sandal yang menyatu dengan Toko Buku Pustaka Patrang yang mengalami ambrol secara bersamaan sekitar dua hari sebelum laporan dibuat.
Perlu diketahui, longsor ini bukan disebabkan oleh luapan sungai, melainkan karena kondisi tanah yang memang labil akibat curah hujan tinggi. Lokasi tersebut diketahui merupakan bekas aliran sungai pada masa lalu.
Pihak terkait terus melakukan pemantauan dan mengimbau warga sekitar untuk tetap waspada, terutama jika hujan dengan intensitas tinggi kembali terjadi.
