Jember – Denyut ekonomi desa perlahan mulai menemukan rumah barunya. Program nasional Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang digagas Presiden RI, Prabowo Subianto, kini mulai tampak wujudnya di Kabupaten Jember, Jawa Timur. Empat unit koperasi telah berdiri kokoh dan rampung sepenuhnya, sementara lebih dari seratus lainnya masih dalam tahap pembangunan.
Kepala Dinas Koperasi, UMKM dan Perdagangan Kabupaten Jember, Sartini, mengungkapkan bahwa hingga awal Maret 2026 terdapat empat bangunan KDMP yang telah selesai 100 persen. Sementara itu, sekitar 100 unit lainnya masih dalam proses pengerjaan di berbagai desa. Pernyataan tersebut disampaikan saat ditemui di kantornya pada Senin (2/3/2026).
“Kalau yang sudah jadi 100 persen itu ada 4. Karena memang yang pertama dilakukan pembangunan itu ada 4. Yang lainnya 100 lebih ini sedang proses pembangunan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, berdasarkan informasi dari PT Agrinas dan Mabes TNI melalui jajaran Kodim, peluncuran KDMP secara nasional dijadwalkan berlangsung pada [April 2026]. Secara nasional, sekitar 1.000 unit KDMP disebut telah selesai dan siap diresmikan serentak. Kabupaten Jember menargetkan 104 unit—empat yang sudah rampung dan sekitar 100 dalam tahap pembangunan—dapat ikut dalam momentum launching tersebut.
Sartini menegaskan, tujuan utama kehadiran Koperasi Desa Merah Putih adalah memperkuat sirkulasi ekonomi di tingkat desa. Dengan adanya koperasi ini, diharapkan perputaran uang tidak lagi terkonsentrasi di kota, melainkan tetap berada dan berkembang di desa.
“Harapannya koperasi itu berjalan sesuai harapan. Ekonomi di desa akan berputar di desa itu. Karena pada prinsipnya kehadiran Koperasi Merah Putih adalah untuk optimalisasi potensi ekonomi yang ada di desa,” jelasnya.
KDMP nantinya akan mengelola sejumlah lini usaha strategis sesuai arahan pemerintah pusat, di antaranya penyediaan sembako, gerai ritel kebutuhan harian, apotek desa, hingga pangkalan gas elpiji. Skema usaha tersebut dirancang untuk menjawab kebutuhan dasar masyarakat desa sekaligus membuka peluang kerja baru.
Namun demikian, percepatan pembangunan KDMP di Jember tidak sepenuhnya tanpa hambatan. Beberapa desa menghadapi kendala ketersediaan lahan untuk mendirikan bangunan koperasi. Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemerintah Kabupaten Jember telah mengajukan permohonan pemanfaatan lahan milik PTPN.
“Kami kemarin mengajukan beberapa yang memakai lahan PTPN. Kami ajukan ke PTPN 1 Regional 5, ada sekitar 20-an yang sudah kami ajukan suratnya,” terang Sartini.
Bagi wilayah perkotaan yang tidak memiliki lahan memadai, solusi yang ditawarkan adalah sistem grouping, yakni bergabung dengan desa terdekat yang memiliki lokasi pembangunan KDMP. Dengan skema ini, desa yang belum memiliki lahan tetap dapat mengakses fasilitas koperasi melalui kolaborasi antarwilayah.
Pemerintah Kabupaten Jember optimistis, dengan dukungan lintas sektor dan percepatan pembangunan, KDMP dapat segera beroperasi penuh. Kehadiran koperasi ini diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi desa, memperkuat kemandirian masyarakat, serta menciptakan ekosistem usaha yang berkelanjutan di tingkat akar rumput. (ADV).
