Bima– Jumat, 26 Juli 2024, menjadi hari bersejarah bagi Pemerintah Kabupaten Blitar dan Pemerintah Kabupaten Bima. Bertempat di Kantor Bupati Bima, kesepakatan bersama antara kedua daerah ditandatangani, menandai dimulainya kolaborasi yang diharapkan membawa manfaat bagi kedua wilayah. Bupati Blitar, Rini Syarifah, yang akrab disapa Mak Rini, menyampaikan sambutannya dalam acara tersebut dengan penuh semangat dan optimisme.
Mengawali sambutannya, Mak Rini menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Bupati Bima, Hj. Indah Dhamayanti Putri, serta seluruh jajaran yang telah menerima kunjungan mereka dengan hangat. “Semoga dengan pertemuan ini, silaturahmi antara Kabupaten Blitar dan Pemerintah Kabupaten Bima semakin erat dan terjalin kerjasama antar daerah yang bermanfaat,” ujarnya.
Mak Rini memanfaatkan kesempatan ini untuk memperkenalkan Kabupaten Blitar, yang dikenal dengan sebutan Land of Kings (Tanah Para Raja). Kabupaten ini menjadi tempat peristirahatan terakhir bagi para raja pendiri kerajaan di nusantara, termasuk Raden Wijaya di Candi Simping dan Presiden Pertama Indonesia, Ir. Soekarno. Selain itu, Blitar juga memiliki potensi wisata yang melimpah, mulai dari wisata alam, seni budaya, hingga kuliner.
Terletak di bagian selatan Provinsi Jawa Timur, Kabupaten Blitar memiliki luas wilayah 1.744,32 km² yang terbagi menjadi 22 kecamatan, 220 desa, dan 28 kelurahan. Dengan batas-batas administratif yang menghubungkannya dengan Kabupaten Kediri, Malang, Tulungagung, dan Samudera Indonesia, Blitar memiliki potensi yang beragam.
Mak Rini juga menekankan bahwa Kabupaten Blitar memiliki kekuatan di sektor pertanian, peternakan, dan perikanan. Dengan lahan pertanian seluas 117.278 hektar, produksi padi mencapai 375.490 ton per tahun. Selain itu, Kabupaten Blitar merupakan salah satu daerah penyangga pangan nasional dengan produksi sayuran dan buah semusim mencapai 816.271 kwintal dan produksi tanaman buah-buahan mencapai 2.250.876 kwintal.
Di sektor peternakan, Blitar dikenal sebagai salah satu penghasil telur terbesar secara nasional, dengan populasi ayam petelur mencapai 15.926.411 ekor dan produksi telur sebesar 141 juta kg per tahun. Untuk memenuhi kebutuhan pakan ternak, Blitar mengandalkan dukungan dari daerah lain, termasuk Kabupaten Bima yang telah mengirimkan sekitar 5.000 ton jagung sejak Mei lalu.
Potensi perikanan Blitar juga tak kalah besar, baik perikanan laut maupun darat. Tahun 2023, produksi perikanan tangkap mencapai 3,5 ribu ton, sementara perikanan budidaya mencapai 16,9 ribu ton. Blitar juga terkenal dengan budidaya ikan koi di Kecamatan Nglegok, yang telah diakui secara nasional sebagai sentra ikan koi berkualitas di Indonesia.
Tak ketinggalan, sektor UMKM di Kabupaten Blitar juga mulai berkembang pesat. Produk-produk unggulan seperti batik cakra palah, aneka kue kering, jenang ketan, sambel pecel, dan tusuk sate, tusuk lilit, serta sumpit, semakin merambah pasar nasional. “Kami terus melakukan pendampingan agar UMKM tetap eksis dan produknya berdaya saing,” ungkap Mak Rini.
Melalui program One Village One Product (OVOP), Kabupaten Blitar mendorong setiap desa untuk memunculkan produk unggulannya, baik dalam bentuk produk maupun destinasi wisata. “Kami berharap Ibu Bupati Bima dapat berkunjung ke Blitar untuk melihat potensi ini secara langsung,” ajak Mak Rini.
Mengakhiri sambutannya, Mak Rini menekankan pentingnya kerjasama antar daerah untuk mengoptimalkan potensi yang ada. Dengan dukungan dan sinergi dari berbagai pihak, ia yakin kesepakatan bersama ini akan membawa manfaat besar bagi kedua kabupaten. “Dengan semangat maju bersama, sejahtera bersama, saya optimis Kabupaten Blitar dan Kabupaten Bima dapat bersinergi dan berkolaborasi mewujudkan visi masing-masing yang bermuara pada kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.
Kesepakatan bersama ini diharapkan menjadi langkah awal dari kerjasama yang lebih erat dan saling menguntungkan antara Kabupaten Blitar dan Kabupaten Bima, mengoptimalkan potensi sumber daya dan mendukung pembangunan daerah secara efektif dan efisien.
