Muara Bengalon, Bengalon – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menyatakan kesiapan untuk meningkatkan infrastruktur jalan menuju Muara Bengalon sebagai langkah strategis agar kecamatan ini berkembang sebagai destinasi wisata andalan. Pernyataan itu disampaikan dalam momen penutupan Festival Tanjung Bahari 2025 di Desa Muara Bengalon, Sabtu malam (27/9/2025).
Festival tersebut diresmikan oleh Wakil Bupati Kutim, Mahyunadi, bersama tokoh masyarakat dan pejabat terkait. Selain sebagai ajang hiburan dan budaya, festival juga menjadi wadah untuk menyuarakan aspirasi warga, terutama terkait infrastruktur jalan yang selama ini masih sangat terbatas.
Abdurahman, Ketua Panitia Festival, menyebut bahwa pemilihan lokasi Muara Bengalon sebagai panggung event tidak semata hiburan, melainkan bagian dari strategi memperkuat eksposur wisata lokal. “Festival ini adalah bentuk pelestarian tradisi, memperkuat ikatan sosial, memperkuat ekonomi lokal, dan meningkatkan pariwisata Muara Bengalon lebih luas,” ujarnya.
Kepala Desa Muara Bengalon, Muhammad Yusuf, turut menyoroti kondisi akses jalan yang masih memprihatinkan. Ia menyatakan, “Namun, kami masih kekurangan infrastruktur, terutama jalan. Tapi tahun ini, jalan kita sudah mulai diperbaiki oleh DPUPR.” Jarak desa ke kota Sangatta sekitar 30 kilometer, dan potensi hasil laut di kawasan ini sangat menjanjikan.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Mahyunadi menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk memprioritaskan peningkatan infrastruktur sebagai bagian dari pengembangan pariwisata. “Insyaallah, soal infrastruktur Bengalon akan kita prioritaskan sebagai objek wisata andalan Kutim. … Jalan akan kita perbaiki; selain jalan, kita akan buat jembatan sekaligus jalan pendekat ke Kawasan Ekonomi Khusus Maloy Batuta Trans Kalimantan (KEK MBTK), sudah kita rencanakan,” tuturnya.
Lebih jauh, ia mengajak dunia usaha dan stakeholder untuk bersinergi mendukung percepatan pembangunan di Kecamatan Bengalon. Pemerintah daerah menyebut bahwa tahun ini masih dalam fase transisi perencanaan, dan pelaksanaan fisik akan dimulai pada tahun berikutnya dalam format proyek multi years.
Peningkatan jalan ke Muara Bengalon tidak hanya penting untuk akses pariwisata, tetapi juga untuk memperlancar mobilitas warga, distribusi barang, dan mendorong investasi di kawasan perbatasan. Dengan dukungan infrastruktur yang memadai, potensi wisata bahari dan ekonomi lokal di Muara Bengalon diharapkan mampu tumbuh secara signifikan.
Pada akhirnya, langkah ini diharapkan menjadi momentum bagi Pemkab Kutim untuk menyeimbangkan pembangunan antar wilayah dan menjadikan potensi wisata daerah sebagai pilar pembangunan ekonomi lokal.
