Jember – Suasana harmonis menyelimuti ruang sidang Gedung DPRD Kabupaten Jember pada Sabtu (27/9/2025). Pemerintah Kabupaten Jember bersama DPRD resmi menandatangani kesepakatan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Tahun Anggaran 2026. Tidak ada interupsi, semua berjalan lancar hingga prosesi penandatanganan rampung.
Penandatanganan dilakukan oleh Bupati Jember Muhammad Fawait bersama pimpinan DPRD, anggota dewan, serta Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD). Kesepakatan ini menunjukkan sinergi positif antara eksekutif dan legislatif dalam merumuskan arah pembangunan Jember tahun depan.
Dalam sambutannya, Bupati Fawait mengungkapkan apresiasinya atas kerja keras DPRD dan TAPD. “Alhamdulillah hari ini KUA-PPAS sudah disetujui. Saya mengapresiasi jajaran pimpinan dan anggota DPRD serta TAPD yang siang malam membahasnya secara rinci sehingga pembahasan berjalan lancar,” ujarnya.
Meski menghadapi tantangan berupa pengurangan Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Dana Alokasi Umum (DAU) secara nasional, Pemkab Jember menegaskan sektor kesehatan tetap diprioritaskan. Salah satunya dengan mempertahankan anggaran Universal Health Coverage (UHC) yang tercatat sebagai salah satu terbesar dalam APBD Jember.
Fokus pembangunan kesehatan diarahkan pada peningkatan fasilitas medis, pengadaan peralatan modern, serta optimalisasi RS dr. Subandi sebagai rumah sakit rujukan di kawasan Tapal Kuda. Pemkab juga menyiapkan strategi pemerataan tenaga kesehatan hingga pelosok desa, dengan target menekan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB).
“Komitmen kami jelas, sektor kesehatan tetap menjadi prioritas utama. Dengan jumlah penduduk Jember yang mencapai 2,6 hingga 2,7 juta jiwa, fasilitas kesehatan harus terus diperkuat. Apalagi RS dr. Subandi menjadi rujukan tujuh kabupaten/kota di Tapal Kuda. Maka, kelengkapan alat kesehatan dan penempatan tenaga kesehatan di daerah menjadi fokus kami ke depan,” tegas Bupati Fawait.
Kesepakatan KUA-PPAS 2026 ini dipandang sebagai pijakan penting dalam penyusunan APBD 2026. Harapannya, prioritas kesehatan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekaligus menjaga Jember tetap menjadi pusat layanan kesehatan unggulan di wilayah Tapal Kuda. (ADV).
