Mojokerto – Kebakaran yang menghanguskan Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mojokerto pada Sabtu (28/06/2025) memantik kecurigaan publik. Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Mojokerto menilai insiden itu janggal karena terjadi hanya beberapa hari setelah penetapan tersangka dalam kasus dugaan penyimpangan proyek Tempat Bermain Masyarakat (TBM) yang mangkrak.
Ketua Umum HMI Mojokerto, Ambang Muhammad, menyatakan bahwa kebakaran ini tak bisa dilihat sebagai kejadian biasa. Ia menduga kuat insiden tersebut menjadi bagian dari upaya sistematis untuk menghilangkan bukti terkait kasus korupsi.
“Terlalu kebetulan jika kebakaran terjadi setelah ada pejabat yang ditetapkan sebagai tersangka. Kami mencium indikasi cipta kondisi. Ini perlu penyelidikan serius,” ujar Ambang kepada awak media.
Ambang menegaskan, apabila dokumen yang terbakar berkaitan dengan proyek TBM, maka hal ini bisa dianggap sebagai bentuk sabotase terhadap penegakan hukum. Ia menilai, kebakaran justru membuka ruang spekulasi tentang adanya pihak-pihak yang ingin memutus jejak kasus.
“Jika terbukti dokumen penting ikut terbakar, maka publik berhak curiga bahwa ada upaya menyelamatkan pelaku korupsi. Kami mendesak aparat bekerja transparan,” tegasnya.
HMI mendorong aparat kepolisian dan dinas pemadam kebakaran mengungkap penyebab pasti kebakaran serta mempublikasikan daftar dokumen yang terdampak. Mereka menuntut penyelidikan berjalan secara independen, tanpa intervensi.
Proyek TBM sendiri sudah lama menuai kritik. Anggaran yang mencapai miliaran rupiah tak membuahkan hasil karena proyek tersebut terbengkalai. Penetapan tersangka dari internal PUPR sebelumnya sempat membangkitkan harapan publik akan tegaknya keadilan. Namun kebakaran ini justru mengaburkan harapan tersebut.
“Kami akan terus mengawal kasus ini sampai tuntas. Jangan biarkan tragedi ini menjadi dalih untuk menghentikan proses hukum. HMI akan berdiri di barisan terdepan demi keadilan,” pungkas Ambang.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi soal penyebab kebakaran. Sementara itu, warga Mojokerto menanti penjelasan dari otoritas guna memastikan tidak ada aktor yang lolos dari jerat hukum.
