Padang – Tubuh Kalandra masih kecil, tetapi jalan yang harus dilaluinya begitu panjang. Di usia sekitar 4 tahun 5 bulan, bocah tersebut harus menghadapi perjuangan besar melawan Mixed Phenotype Acute Leukemia (MPAL). Lebih dari setahun menjalani perawatan dan berbagai tahapan pengobatan, kini keluarga kembali mengetuk pintu kepedulian masyarakat untuk membantu Kalandra menuju proses transplantasi sumsum tulang.
Saat ini, Kalandra menjalani perawatan di Rumah Sakit Kanker Dharmais, Jakarta. Berdasarkan keterangan keluarga kepada media pada Minggu (16/8/2026), pengobatan telah berlangsung selama lebih dari satu tahun. Dalam kurun waktu tersebut, Kalandra telah melewati sejumlah tahapan kemoterapi sebagai bagian dari upaya menangani penyakit yang dideritanya.
Namun, perjuangan itu belum sampai di garis akhir. Keluarga menyebut Kalandra masih membutuhkan transplantasi sumsum tulang untuk melanjutkan rangkaian pengobatannya. Prosedur tersebut membuat keluarga harus mempersiapkan kebutuhan biaya yang tidak sedikit, di samping berbagai kebutuhan selama mendampingi Kalandra menjalani perawatan.
“Jadi hari ini aku memberanikan diri meminta bantuan. Bantu Kalandra berjuang menuju transplantasi,” demikian pesan keluarga dalam permohonan bantuan.
Permintaan tersebut menjadi bentuk ikhtiar keluarga setelah perjalanan panjang mendampingi Kalandra di rumah sakit. Mereka berharap dukungan dari masyarakat dapat membantu meringankan beban yang harus ditanggung sekaligus membuka jalan bagi Kalandra untuk melanjutkan proses pengobatan sesuai kebutuhan medisnya.
Ayah Kalandra diketahui berasal dari Kabupaten Solok dan bekerja di Kabupaten Agam. Sementara itu, sang ibu bekerja di Kota Padang. Di tengah tanggung jawab pekerjaan dan kebutuhan sehari-hari, kedua orang tuanya tetap berusaha memberikan pendampingan kepada Kalandra selama menjalani pengobatan.
Lebih dari satu tahun berada dalam proses perawatan tentu bukan perjalanan singkat bagi seorang anak seusianya. Tahapan pengobatan yang harus dilalui menjadi ujian besar, bukan hanya bagi Kalandra, tetapi juga bagi kedua orang tua serta keluarga yang terus berada di sisinya.
Karena kebutuhan untuk melanjutkan pengobatan dinilai cukup besar, keluarga kemudian membuka penggalangan donasi. Masyarakat yang ingin membantu perjuangan Kalandra dapat menyalurkan bantuan melalui rekening BRI atas nama Mardhiyah Khairani atau Bunda Kalandra dengan nomor rekening 738401012113539.
Selain bantuan dalam bentuk materi, keluarga juga mengharapkan dukungan lain berupa doa dan penyebaran informasi. Bagi keluarga, semakin luas informasi mengenai perjuangan Kalandra disampaikan, semakin besar pula kemungkinan dukungan datang dari masyarakat yang tergerak untuk membantu.
Kisah Kalandra menunjukkan bagaimana seorang anak yang masih sangat muda harus berhadapan dengan perjalanan pengobatan yang panjang. Di saat anak-anak seusianya umumnya menghabiskan waktu dengan bermain dan belajar mengenal dunia, Kalandra justru harus akrab dengan suasana rumah sakit, pemeriksaan medis, serta rangkaian terapi.
Meski demikian, keluarga terus memelihara harapan agar setiap proses yang dijalani dapat membawa Kalandra semakin dekat pada kesembuhan. Transplantasi sumsum tulang yang kini menjadi tujuan berikutnya diharapkan dapat dijalani apabila kebutuhan pengobatan dan dukungan yang diperlukan dapat terpenuhi.
Keluarga pun mengajak masyarakat untuk mengambil bagian sesuai kemampuan masing-masing. Mereka menegaskan bahwa bantuan tidak selalu harus berupa uang. Membagikan informasi mengenai penggalangan dana serta menyampaikan doa bagi kesehatan Kalandra dinilai menjadi bentuk dukungan yang berarti dalam perjalanan panjang tersebut.
Kini, setelah lebih dari setahun menjalani pengobatan, Kalandra masih terus bertahan dan berjuang. Tubuh kecilnya membawa harapan besar keluarga untuk melihatnya kembali sehat. Uluran tangan, doa, serta kepedulian masyarakat diharapkan menjadi tambahan kekuatan bagi Kalandra dan keluarganya untuk melewati tahapan pengobatan berikutnya hingga menuju transplantasi sumsum tulang.
