Mojokerto – Di tengah geliat pembangunan daerah, angka investasi menjadi denyut nadi yang menggerakkan roda ekonomi. Kabupaten Mojokerto mencatat capaian impresif, ketika realisasi investasi pada 2025 menembus angka triliunan rupiah dan melampaui target yang telah ditetapkan.
Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa, yang akrab disapa Gus Bupati, mengungkapkan bahwa realisasi investasi di wilayahnya mencapai Rp4,45 triliun atau setara 110 persen dari target pada tahun 2025. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Grand Opening Gedung PT Second Best Packing pada Senin (6/4/2026) pagi.
“Pada tahun 2025, realisasi investasi di Kabupaten Mojokerto mencapai 4,45 triliun rupiah atau 110% dari target dan berhasil menyerap lebih dari 16.000 tenaga kerja,” jelasnya.
Capaian tersebut tidak hanya mencerminkan kepercayaan investor terhadap Kabupaten Mojokerto, tetapi juga berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat. Dari sisi ketenagakerjaan, lebih dari 16.000 tenaga kerja berhasil terserap sepanjang tahun tersebut, memperkuat struktur ekonomi lokal.
Lebih lanjut, Gus Bupati menyampaikan bahwa lonjakan investasi ini turut berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Kabupaten Mojokerto pada 2025 mencapai 6,5 persen, melampaui rata-rata nasional maupun provinsi Jawa Timur. Sektor industri pengolahan menjadi penyumbang terbesar dalam pertumbuhan tersebut.
“Pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Mojokerto tercatat menurut BPS 6,5%, di atas rata-rata nasional dan provinsi, dengan kontribusi tertinggi berasal dari sektor industri pengolahan,” imbuhnya.
Menurutnya, capaian ini tidak lepas dari peran aktif para pelaku industri yang terus berinvestasi dan mengembangkan usahanya di Bumi Majapahit. Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Mojokerto memberikan apresiasi atas kontribusi sektor industri dalam mendorong kemajuan ekonomi daerah.
Di sisi lain, pemerintah daerah juga berkomitmen untuk terus menjaga iklim investasi yang kondusif. Berbagai upaya dilakukan, mulai dari pembangunan infrastruktur, peningkatan kualitas pelayanan publik, kemudahan perizinan, hingga penguatan sumber daya manusia (SDM) melalui program pelatihan kerja.
“Pemerintah Kabupaten Mojokerto terus berupaya menciptakan iklim investasi yang kondusif melalui peningkatan infrastruktur, pelayanan publik, kemudahan perizinan, serta penyediaan tenaga kerja yang kompeten melalui berbagai program pelatihan,” tandasnya.
Komitmen peningkatan kualitas SDM juga tercermin dari agenda lain yang dihadiri Bupati pada hari yang sama, yakni pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) di SMPN 1 Puri. Kegiatan tersebut diikuti oleh 117 sekolah dengan jumlah peserta mencapai 11.674 siswa kelas IX. Tes ini bertujuan untuk mengukur capaian akademik sekaligus menjadi bahan evaluasi kualitas pendidikan di Kabupaten Mojokerto.
Langkah simultan antara peningkatan investasi dan penguatan kualitas SDM menjadi strategi utama Pemkab Mojokerto dalam menjaga pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Dengan capaian ini, Kabupaten Mojokerto optimistis dapat terus menarik investor sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di masa mendatang.
