Jember – Janji pemerintah daerah ibarat angin segar di tengah suasana Ramadan. Puluhan guru ngaji dan modin di Desa Karang Kedawung, Kecamatan Mumbulsari, Kabupaten Jember, tampak sumringah ketika menerima pencairan insentif yang telah lama dinantikan menjelang Hari Raya Idulfitri.
Penyaluran insentif tersebut berlangsung di Balai Desa Karang Kedawung pada Selasa (10/3/2026). Program ini merupakan realisasi komitmen Bupati Jember, Muhamad Fawait, yang sebelumnya menjanjikan pencairan insentif bagi guru ngaji sebelum Lebaran. Dalam pencairan tahap ini, sebanyak 81 orang menerima bantuan, terdiri dari 79 guru ngaji dan 2 modin, dengan nilai masing-masing Rp1.500.000.
Suasana di balai desa terlihat penuh kehangatan meski berada di bulan suci Ramadan. Para penerima yang sebagian besar telah lama mengabdikan diri mengajarkan Al-Qur’an kepada anak-anak di lingkungan mereka tampak bahagia saat menerima insentif tersebut.
“Saya jadi guru ngaji mulai sekitar tahun 1971. Pekerjaan sehari-hari saya petani. Kalau dulu murid saya banyak, sekarang tinggal sekitar 16 anak,” ujar Salim (65), salah satu penerima insentif dari Dusun Plalangan, Desa Karang Kedawung.
Salim mengungkapkan rasa syukur atas perhatian pemerintah daerah kepada para guru ngaji yang selama ini mengabdikan diri di masyarakat. Menurutnya, bantuan tersebut sangat membantu, terutama karena diterima menjelang perayaan Idulfitri.
“Alhamdulillah saya mendapatkan insentif hari ini. Kebetulan juga mendekati Lebaran, jadi bisa untuk kebutuhan hari raya dan lainnya. Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada Bapak Bupati,” katanya.
Meski demikian, Salim menegaskan bahwa aktivitasnya mengajar mengaji bukan semata-mata demi mendapatkan imbalan finansial.
“Harapan saya ke depan kalau insentif ditambah Alhamdulillah. Tidak ditambah pun tidak masalah, karena saya mengajar bukan untuk uang semata, tapi supaya anak-anak bisa mengaji,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kabupaten Jember, Nurul Hafid Yasin, menjelaskan bahwa penyaluran insentif guru ngaji saat ini sedang berlangsung secara bertahap di sejumlah kecamatan di Kabupaten Jember.
Pada hari pertama pelaksanaan program tersebut, insentif telah disalurkan di tujuh kecamatan, yakni Balung, Mumbulsari, Panti, Sumbersari, Sumberjambe, Sukorambi, dan Umbulsari. Penyaluran tersebut mencakup total 26 desa dan kelurahan dengan jumlah penerima mencapai 1.955 guru ngaji.
“Total penerima yang hari ini tersalurkan sebanyak 1.955 guru ngaji. Penyaluran melalui balai desa dan kelurahan ini akan terus berlanjut hingga sebelum Lebaran,” ujar Hafid melalui pesan WhatsApp.
Ia juga menjelaskan bahwa hingga saat ini data guru ngaji yang tercatat di Bagian Kesra mencapai sekitar 21.425 orang dari target maksimal 22.000 penerima. Sebagian data masih dalam tahap verifikasi sebelum dilakukan pencairan.
“Saat ini yang sudah bisa direalisasikan penyalurannya sebanyak 10.224 penerima. Dari total data yang masuk, akan terus diverifikasi dan diajukan pencairannya secara bertahap,” jelasnya.
Pemerintah Kabupaten Jember optimistis program insentif tersebut dapat tersalurkan secara menyeluruh sebelum Hari Raya Idulfitri tiba. Dengan demikian, para guru ngaji yang selama ini berperan penting dalam pendidikan agama di masyarakat dapat merasakan manfaat bantuan tersebut menjelang hari besar umat Islam. (adv).
