Jakarta – Seperti simpul yang menyatukan beragam warna budaya, Jakarta kembali meneguhkan perannya sebagai ruang pertemuan tradisi Nusantara. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama Kementerian Kebudayaan RI menandatangani nota kesepahaman untuk memperkuat upaya pelestarian serta pengembangan kebudayaan di ibu kota.
Kesepakatan tersebut diteken oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, bersama Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, dalam agenda kerja sama percepatan pemajuan kebudayaan yang berlangsung di Kantor Kementerian Kebudayaan pada Selasa (10/3/2026). Kolaborasi ini bertujuan mempercepat program perlindungan cagar budaya, pengembangan museum, serta penguatan sektor kebudayaan di Jakarta.
Rano Karno menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Kebudayaan dan berbagai pihak yang selama ini berkontribusi dalam memajukan kebudayaan nasional. Menurutnya, Jakarta memiliki kekayaan budaya yang sangat beragam karena menjadi titik temu berbagai tradisi dari seluruh daerah di Indonesia.
“Jakarta merupakan kota dengan kekayaan budaya yang sangat beragam. Selayaknya melting pot, Jakarta telah menjadi ruang pertemuan berbagai tradisi, nilai, dan ekspresi budaya dari seluruh penjuru tanah air,” ujarnya.
Ia menjelaskan, beragam warisan budaya tumbuh berdampingan di Jakarta, mulai dari tradisi khas Betawi seperti ondel-ondel, lenong, hingga palang pintu. Selain itu, berbagai ekspresi seni dari daerah lain di Indonesia juga berkembang di ibu kota seiring dengan dinamika masyarakatnya yang multikultural.
Menurut Rano, pelestarian budaya tidak sekadar menjaga peninggalan masa lalu. Lebih dari itu, kebudayaan harus tetap hidup, berkembang, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
“Di sisi lain, budaya juga memiliki peran penting dalam pembangunan kota. Pengembangan museum, cagar budaya, seni pertunjukan, serta industri kreatif berbasis budaya mampu mendorong pariwisata di Jakarta,” jelasnya.
Melalui kerja sama ini, Pemerintah Provinsi Jakarta berkomitmen memperkuat berbagai program kebudayaan, termasuk perlindungan, pengembangan, hingga pemanfaatan aset budaya. Selain itu, pembinaan sumber daya manusia di bidang kebudayaan juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan Indeks Pembangunan Kebudayaan di ibu kota.
“Semoga sinergi ini memberikan manfaat nyata bagi pelestarian budaya serta memperkuat peran kebudayaan dalam pembangunan Jakarta yang berkelanjutan,” tutup Rano.
Sementara itu, Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, menilai Jakarta memiliki banyak aset cagar budaya yang bernilai sejarah tinggi. Ia menyoroti sejumlah bangunan tua yang memiliki karakter arsitektur baroque yang perlu mendapat perhatian serius agar tidak semakin terbengkalai.
“Terutama dengan DK Jakarta, Bang Rano, banyak sekali aset cagar budaya. Penataan Kota Tua, masterplan-nya saya kira kita perlu terlibat agar cagar budaya di DK semakin kuat dan bisa kita revitalisasi. Banyak gedung tahun 1700-an dengan baroque style yang sekarang terbengkalai, termasuk Gudang Timur bekas pagar VOC,” ungkapnya.
Dalam kegiatan tersebut, turut hadir sejumlah pejabat dari berbagai kementerian dan lembaga, antara lain Kementerian Kebudayaan, Kementerian Komunikasi dan Digital, Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif, Kementerian Kehutanan, serta Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan mampu mempercepat pengembangan ekosistem kebudayaan di Jakarta.
Kerja sama ini menjadi langkah strategis untuk menjaga keberlanjutan warisan budaya sekaligus memanfaatkan potensi budaya sebagai penggerak pariwisata dan ekonomi kreatif di ibu kota.
