Tanah Datar – Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Tanah Datar sejak Senin sore (24/11/2025) hingga Selasa siang (25/11/2025), menciptakan kondisi darurat di sejumlah wilayah. Di Nagari Malalo, Kecamatan Batipuh Selatan, kekhawatiran akan banjir dan longsor susulan makin meningkat seiring curah hujan yang tak kunjung reda.
Total durasi hujan mencapai hampir 20 jam tanpa henti, hanya sempat mereda sesaat pada Selasa pagi sebelum kembali mengguyur dengan intensitas lebih tinggi. Harapan warga untuk kembali beraktivitas sirna saat air Sungai Malalo kembali meluap.
“Pagi tadi sempat reda, kami kira sudah aman. Tapi siangnya hujan deras lagi, air sungai langsung naik. Kami mulai angkut barang ke tempat yang lebih tinggi,” tutur seorang warga yang tinggal tak jauh dari bantaran sungai.
Sungai Malalo berubah warna menjadi cokelat pekat, menandakan banyaknya material lumpur terbawa arus. Suara gemuruh sungai terdengar jelas dari pemukiman warga, membuat malam sebelumnya dilalui dengan kecemasan dan tanpa tidur oleh banyak keluarga.
Akses jalan menuju sejumlah jorong di Malalo juga ikut terdampak. Tumpukan lumpur, batang kayu, dan bongkahan batu besar menutupi badan jalan. Akibatnya, sejumlah ruas tak bisa dilewati kendaraan roda empat.
Hingga Selasa siang, tim BPBD Tanah Datar masih siaga di lokasi, memantau kondisi sungai dan memberikan peringatan kepada warga.
“Kondisi cuaca belum stabil. Potensi hujan masih tinggi hingga sore hari. Kami minta warga di sekitar bantaran sungai dan lereng tebing segera mengungsi jika air kembali naik,” ujar seorang petugas BPBD di lapangan.
Di titik lain wilayah Tanah Datar, banjir mulai menggenangi halaman rumah, jalan lingkungan, dan area pertanian. Warga khawatir jika curah hujan terus berlanjut, kerusakan terhadap sawah dan ladang akan sulit dihindari.
Beberapa laporan dari masyarakat di wilayah Sumatera Barat lainnya juga menunjukkan dampak hujan ekstrem, namun Malalo disebut sebagai salah satu kawasan dengan situasi paling kritis saat ini.
Hingga berita ini disusun, hujan masih mengguyur sebagian besar wilayah Tanah Datar. Ancaman luapan sungai, banjir susulan, dan longsor masih tinggi. Pemerintah daerah dan tim siaga bencana terus mengimbau warga agar tetap waspada dan segera menghubungi petugas jika terjadi situasi darurat.
