Mojokerto – Peringatan Hari Otonomi Daerah (Otoda) di Kota Mojokerto tahun ini terasa istimewa. Tak hanya peringatan upacara bendera, tapi juga aksi nyata kepedulian terhadap generasi penerus bangsa. Pada Kamis (25/4/2024), segenap jajaran Pemkot Mojokerto turun ke lapangan untuk menyalurkan bantuan kepada 117 balita stunting yang tersebar di 18 wilayah kelurahan.
Pj Wali Kota Mojokerto, Moh. Ali Kuncoro, memimpin langsung aksi ini. Bersama Sekretaris Daerah, Asisten, Kepala Bagian, Kepala Dinas, hingga Camat. Masing-masing balita stunting menerima paket bantuan berisi telur 2 kilogram dan susu UHT 125 ml 1 karton.
Lebih dari sekadar bantuan, aksi ini menjadi simbol komitmen Pemkot Mojokerto dalam memerangi stunting. “Persoalan stunting bukan hanya tanggung jawab satu OPD saja, melainkan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat,” tegas Pj Wali Kota Moh. Ali Kuncoro.
Penyaluran bantuan secara merata di berbagai wilayah. Pj Wali Kota sendiri hadir di lingkungan Kedundung, sedangkan Dinas Kominfo menyasar dua balita stunting di lingkungan Balongsari. Di Kecamatan Kranggan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan beserta UPT Sekolah turut menyerahkan bantuan kepada 10 balita stunting.
Upaya ini tak hanya menunjukkan kepedulian, tetapi juga menjadi bukti nyata penurunan angka stunting di Kota Mojokerto. Berdasarkan data Dinas Kesehatan PPKB Kota Mojokerto, prevalensi stunting pada bulan Maret 2024 berada di 1,96 persen, turun dari 2,04 persen pada Desember 2023.
“Ini wujud komitmen pemkot untuk berperan aktif dalam menurunkan angka stunting,” ujar Pj Wali Kota Moh. Ali Kuncoro.
Kepala Dinas Kesehatan PPKB, dr Farida Mariana, menjelaskan bahwa pemberian bantuan protein karena perannya yang signifikan dalam pencegahan stunting. “Ini bagian dari kampanye ‘double protein hewani’ untuk memastikan asupan protein hewani optimal, terutama bagi anak-anak stunting,” terang dr. Farida.
