Jakarta – Penurunan harga sejumlah komoditas pangan utama di pasar nasional memberi angin segar bagi konsumen. Badan Pangan Nasional (Bapanas) mencatat, harga telur ayam ras kini berada di angka Rp28.932 per kilogram, menurun dari sebelumnya Rp29.257 per kg. Sementara itu, harga bawang merah turun ke Rp37.352 per kg dari Rp38.765 per kg.
Data dari Panel Harga Bapanas per Sabtu (24/5/2025) pukul 09.30 WIB menunjukkan bahwa meski sebagian besar harga masih fluktuatif, tren penurunan ini dianggap positif menjelang pertengahan tahun. Selain telur dan bawang merah, beberapa komoditas lain seperti cabai merah besar dan minyak goreng juga menunjukkan penurunan harga meskipun tipis.
“Penurunan harga ini kami harap bisa bertahan atau bahkan lebih baik lagi dalam beberapa minggu ke depan,” ujar Arief Prasetyo Adi, Kepala Bapanas, dalam keterangan resminya. Ia menambahkan bahwa stabilitas harga menjadi fokus utama dalam menjaga daya beli masyarakat.
Selain komoditas tersebut, harga beras premium tercatat naik tipis menjadi Rp15.630 per kg. Sementara itu, beras SPHP Bulog justru turun ke Rp12.647 per kg. Jagung untuk peternak juga turun signifikan menjadi Rp5.814 per kg, dan kedelai impor naik menjadi Rp10.852 per kg.
Di sisi lain, komoditas strategis lain seperti daging ayam ras dan gula konsumsi mengalami penurunan harga. Daging ayam ras turun ke Rp35.077 per kg, dan gula konsumsi menyusut menjadi Rp18.520 per kg. Adapun minyak goreng curah dan kemasan juga mencatatkan penurunan, dengan Minyakita kini berada di harga Rp17.463 per liter.
Penurunan harga ini sebagian besar dipengaruhi oleh suplai yang membaik dan kondisi cuaca yang mendukung distribusi. Namun, Bapanas mengingatkan bahwa kondisi ini masih bisa berubah jika ada gangguan produksi atau distribusi di daerah sentra pangan.
“Kami terus memantau dinamika harga dan memastikan pasokan tetap aman, terutama menjelang libur panjang dan potensi gejolak pasar,” jelas Arief lebih lanjut.
Meskipun penurunan harga ini masih dalam skala kecil, masyarakat menyambutnya dengan antusias. Banyak pedagang dan konsumen berharap tren ini terus berlanjut agar tidak menambah beban ekonomi rumah tangga.
Dengan harga kebutuhan pokok yang mulai mereda, banyak pihak berharap kestabilan ini dapat dijaga agar tidak hanya menguntungkan konsumen, tetapi juga tetap adil bagi para petani dan pelaku usaha pangan.
