Jember – Di tengah guyuran hujan deras, semangat pengabdian para kader Posyandu tetap menyala. Bupati Jember Muhammad Fawait, yang akrab disapa Gus Fawait, menyapa dan berdialog langsung dengan kader Posyandu se-Kecamatan Jelbuk dalam pertemuan yang digelar di Balai Desa Panduman, Sabtu (27/12/2025). Kehadiran orang nomor satu di Kabupaten Jember itu disambut antusias oleh para kader yang selama ini menjadi garda terdepan pelayanan kesehatan ibu dan anak di tingkat desa.
Dalam sambutannya, Gus Fawait menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para kader Posyandu atas dedikasi dan peran aktif mereka dalam mendukung pembangunan kesehatan masyarakat. Ia menegaskan bahwa kontribusi kader sangat penting, terutama dalam menekan angka kematian ibu dan bayi yang masih tergolong tinggi di Provinsi Jawa Timur.
“Saya datang ke sini untuk mengucapkan terima kasih. Sekarang tugas kita bersama adalah menurunkan angka kematian ibu dan bayi. Kader Posyandu adalah ujung tombak di masyarakat,” ujar Gus Fawait di hadapan para peserta.
Gus Fawait kemudian memaparkan salah satu program prioritas Pemerintah Kabupaten Jember, yakni Universal Health Coverage (UHC) atau layanan kesehatan gratis. Melalui program tersebut, masyarakat dapat mengakses pemeriksaan kesehatan, termasuk layanan ibu hamil hingga persalinan, tanpa dipungut biaya.
Ia menjelaskan bahwa usia ideal kehamilan berada pada rentang 21 hingga 35 tahun. Menurutnya, kehamilan di usia tersebut dapat menekan risiko stunting serta menurunkan potensi kematian ibu dan bayi. Selain itu, Gus Fawait juga menekankan pentingnya kesiapan kesehatan sebelum menikah, salah satunya melalui imunisasi sebagai langkah preventif.
“Anak yang cerdas harus diawali dari ibu yang sehat. Jangan ragu untuk periksa ke bidan atau dokter kandungan, karena semuanya sudah ditanggung melalui UHC,” tegasnya.
Terkait honor kader Posyandu, Gus Fawait meminta para kader untuk bersabar. Ia memastikan bahwa pemerintah daerah memiliki komitmen untuk meningkatkan kesejahteraan kader. “Tidak mungkin di zaman saya honor Posyandu tidak naik. Ini pasti menjadi perhatian,” katanya, yang disambut tepuk tangan para kader.
Soal imunisasi, Gus Fawait menegaskan bahwa imunisasi telah dinyatakan halal oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI). Ia juga mengungkapkan rencana pemerintah daerah untuk mengintegrasikan program imunisasi dengan bantuan sosial pada tahun mendatang agar cakupannya semakin luas.
Dalam kesempatan yang sama, Dokter Ulfa yang turut hadir memberikan edukasi terkait pentingnya imunisasi sejak usia 0 tahun hingga balita. Ia menjelaskan bahwa imunisasi berfungsi untuk meningkatkan daya tahan tubuh anak terhadap berbagai penyakit.
“Kalau anak demam setelah imunisasi, itu tanda tubuh sedang membentuk kekebalan. Jangan diberi puyer, cukup sirup supaya anak mau minum,” jelasnya.
Dokter Ulfa menambahkan bahwa biaya imunisasi secara mandiri bisa mencapai Rp1,5 juta, sehingga masyarakat diminta memanfaatkan layanan imunisasi gratis yang telah disediakan pemerintah.
Menutup pertemuan tersebut, Gus Fawait mengajak para kader Posyandu untuk turut aktif menyampaikan aspirasi dan keluhan masyarakat melalui layanan pengaduan “Wadul Gus’e”. Ia juga memastikan bahwa mulai 5 Januari 2026, ketersediaan blangko KTP di Kabupaten Jember sudah mencukupi.
“Kalau ada pelayanan publik yang kurang baik, silakan laporkan lewat WhatsApp Wadul Gus’e. Pemerintah harus hadir dan responsif,” pungkasnya.
