Jember – Mimpi besar tidak pernah mengenal batas tempat lahir. Pesan itulah yang disampaikan Bupati Jember Muhammad Fawait saat memberikan motivasi kepada ratusan siswa SMP Negeri 1 Sukorambi dalam kegiatan Bunga Desaku yang dirangkai dengan apel pelajar, Minggu (28/6/2026).
Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi Pemerintah Kabupaten Jember untuk membangkitkan semangat belajar generasi muda sekaligus memperkenalkan berbagai program pendidikan yang disiapkan bagi masyarakat. Di hadapan para siswa, Gus Fawait mengajak mereka percaya diri dan tidak merasa rendah diri meski berasal dari wilayah pedesaan.
Menurutnya, latar belakang bukanlah penghalang untuk meraih cita-cita. Ia mencontohkan Direktur RSD Soebandi, dr. Nyoman, yang berasal dari desa namun mampu menjadi seorang dokter berkat ketekunan dan semangat menempuh pendidikan.
“Jangan pernah minder karena berasal dari desa. Saya juga lahir dan sekolah di desa. Baru setelah kuliah saya belajar di kota. Yang menentukan masa depan adalah semangat belajar,” ujar Gus Fawait.
Selain memberikan motivasi mengenai pentingnya pendidikan, Bupati juga mengingatkan para pelajar agar tidak terburu-buru memasuki jenjang pernikahan. Ia menilai masa muda sebaiknya dimanfaatkan untuk belajar, mengembangkan kemampuan, dan mempersiapkan masa depan yang lebih baik.
“Minimal usia menikah adalah 19 tahun. Fokuslah belajar dan raih cita-cita terlebih dahulu,” pesannya.
Dalam kesempatan tersebut, Gus Fawait turut memaparkan berbagai program beasiswa yang telah disiapkan Pemerintah Kabupaten Jember bagi calon mahasiswa. Program tersebut mencakup enam jalur, yaitu jalur prestasi, afirmasi ekonomi, kompetisi, anak guru atau perangkat desa, santri atau hafidz, serta jalur khusus yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.
Ia menegaskan bahwa pendidikan merupakan fondasi utama dalam membangun daerah sekaligus meningkatkan daya saing bangsa. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Jember menargetkan sebanyak 20.000 pelajar dapat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi dalam lima tahun mendatang melalui berbagai skema bantuan pendidikan.
“Kalau Indonesia ingin menjadi negara maju, kuncinya ada di pendidikan. Karena itu kami ingin semakin banyak anak Jember yang bisa kuliah,” tegasnya.
Selain fokus pada peningkatan akses pendidikan tinggi, Gus Fawait juga menyampaikan komitmennya untuk menjaga proses penerimaan peserta didik baru berlangsung secara jujur, adil, dan transparan. Ia mengimbau masyarakat agar tidak segan melaporkan apabila menemukan praktik titip-menitip atau penyimpangan dalam proses seleksi penerimaan siswa baru.
Laporan tersebut, kata dia, dapat disampaikan melalui layanan pengaduan Wadul Gus’e yang disediakan Pemerintah Kabupaten Jember sebagai bentuk pengawasan publik terhadap pelayanan pendidikan.
Melalui kegiatan Bunga Desaku, Pemerintah Kabupaten Jember berharap semangat belajar para pelajar terus tumbuh sekaligus membuka kesempatan yang lebih luas bagi generasi muda untuk mengenyam pendidikan tinggi. Dengan dukungan beasiswa, motivasi, dan sistem pendidikan yang bersih, diharapkan semakin banyak putra-putri Jember mampu meraih cita-cita dan berkontribusi bagi kemajuan daerah maupun bangsa.
