Samarinda – Ratusan ribu orang di seluruh dunia turun ke jalan pada hari Sabtu, 13 Januari 2024, untuk menyerukan penghentian genosida di Gaza. Aksi ini merupakan bagian dari Global Day of Action for Palestine yang diprakarsai oleh berbagai organisasi masyarakat sipil.
Di Indonesia, aksi ini digelar di berbagai kota, termasuk di Jakarta, Surabaya, Yogyakarta, Medan dan Samarinda. Di Samarinda, aksi digelar di perempatan Mall Lembuswana. Para pengunjuk rasa membawa berbagai poster dan spanduk yang bertuliskan penolakan terhadap agresi Israel di Gaza.
“Kami di sini untuk menunjukkan solidaritas kepada rakyat Palestina yang telah menjadi korban kekejaman Israel,” kata humas Aksi, Evan.
“Kami menuntut agar Israel segera menghentikan serangannya dan memberikan keadilan bagi rakyat Palestina,” imbuhnya.
Menurut informasi Kementerian Kesehatan Palestina dan Perhimpunan Bulan Sabit Merah Palestina (PRCS), setidaknya ada 22.313 korban tewas, termasuk sekitar 9.100 anak-anak dan 6.500 wanita, dalam serangan Israel di Gaza. Serangan itu juga telah menyebabkan lebih dari 60.000 orang terluka dan menghancurkan ribuan rumah dan infrastruktur.
“Ini adalah kejahatan perang yang harus diadili,” kata Evan.
“Kami mendesak Pemerintah Indonesia untuk mendesak Pengadilan Internasional untuk mengadili para pimpinan Israel atas kejahatan perang ini,” ujarnya.
Selain menuntut penghentian serangan Israel dan penuntutan terhadap para pimpinannya, para pengunjuk rasa juga menyerukan agar semua negara menghentikan hubungan normalisasi dengan Israel. Mereka juga meminta agar dunia internasional meningkatkan bantuan kemanusiaan bagi rakyat Palestina.
Aksi Global Day of Action for Palestine ini merupakan momentum penting untuk menunjukkan dukungan dunia kepada rakyat Palestina. Aksi ini juga diharapkan dapat mendorong dunia internasional untuk mengambil langkah-langkah konkret untuk menghentikan kekejaman Israel di Gaza.
Berikut adalah beberapa hal yang dapat kita lakukan untuk menyuarakan dukungan kita kepada rakyat Palestina:
- Meminta Pemerintah Indonesia mendesak Pengadilan Internasional untuk mengadili para pimpinan Israel atas kejahatan perang.
- Mendukung negara tetangga Palestina, seperti Mesir, Yordania, Lebanon, dan Arab Saudi.
- Menghentikan semua hubungan normalisasi dengan Israel.
- Meningkatkan bantuan kepada rakyat Palestina.
- Memboikot segala produk yang pro Israel.
