Sangatta – Di tengah duka yang menyelimuti Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat akibat bencana alam, semangat gotong royong kembali hidup di Kutai Timur. DPD PKS Kutim menjadi salah satu yang bergerak cepat melalui aksi nyata penggalangan dana — dengan hasil yang mengesankan.
Aksi tersebut digelar atas arahan langsung dari Presiden PKS dan pimpinan DPW PKS Kalimantan Timur. Diawali dengan Senam Sehat Nusantara sebagai pembuka, para kader diajak berpartisipasi aktif dalam kegiatan solidaritas. Ketua DPD PKS Kutim, H. Akhmad Wasrip, menyampaikan bahwa donasi tidak hanya berasal dari kader, namun juga terbuka untuk simpatisan dan masyarakat umum.
Salah satu kontribusi yang menonjol datang dari Eko Sugiarto, simpatisan PKS, yang menyumbang Rp10 juta secara pribadi.
“Saya berharap sumbangan ini dapat meringankan beban saudara kita yang sedang kena musibah. Sudah seharusnya kita hadir dalam bentuk nyata, walau dari jauh,” ungkap Eko.
Dari hasil penggalangan sejauh ini, tercatat Rp20.730.000 berhasil dikumpulkan dari kader PKS, ditambah dukungan dari komunitas RKI sebesar Rp17.550.000. Menurut Wasrip, kegiatan akan terus berjalan hingga 10 Desember 2025 sesuai instruksi pusat.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa instruksi resmi mencakup lima langkah solidaritas: pemotongan gaji pejabat publik dari PKS, donasi sukarela dari kader dan simpatisan, serta koordinasi penyaluran oleh DPP PKS agar bantuan terdistribusi tepat sasaran.
“Kami mengajak seluruh masyarakat Kutim ikut berkontribusi, sekecil apa pun. Ini bukan soal besar kecil, tapi soal empati,” imbuh Wasrip.
Respon cepat dari DPD PKS Kutim menjadi bukti bahwa semangat kemanusiaan tetap hidup dalam kerja-kerja politik. Bukan hanya seremonial, melainkan aksi konkret yang hadir saat saudara sebangsa membutuhkan.
