Pangandaran – Gempa dengan magnitudo 5,9 mengguncang Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, Minggu (25/10/2020) pagi pukul 7.56 WIB. Getaran gempa terasa kuat wilayah terdekat Pangandaran, di antaranya Ciamis dan Tasikmalaya. Badan Meteorologi, Klimatilogi, dan Geofisika menguumkan gempa terjadi di kedalaman 10 kilometer.
Episenter terletak pada koordinat 8,2 LS dan 107,86 BT, atau tepatnya di laut pada jarak 88 km arah Barat Daya Kota Pangandaran pada kedalaman 62 km.
Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa yang terjadi merupakan jenis gempa menengah akibat adanya aktivitas subduksi.
Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault). Guncangan gempa ini dirasakan di daerah Sukabumi, Tasikmalaya, Pangandaran dalam skala intensitas III-IV MMI. Kuningan, Garut, Cilacap dengan intensitas III MMI. Kab.Bandung, Kebumen, Kutoarjo, Banyumas, Banjarnegara, Kulonprogo, Bantul, Gunung Kidul, Yogyakarta dengan intensitas II-III MMI. Kota Bandung, Tegal dengan intensitas II MMI.
Sementara itu, BMKG menyampaikan gempa ini tidak berpotensi tsunami. Meski demikian, BMKG mengimbau warga agar tetap hati-hati terhadap gempa susulan.
Sehari sebelumnya, Gempa berkekuatan 5 magnitudo mengguncang Kabupaten Sarmi, Papua, dan sekitarnya pada Sabtu (24/10/2020) sekitar 15.21 WIB.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika ( BMKG) menyebutkan pusat gempa berada di 37 kilometer dari Sarmi.
Pusat gempa yang berada di darat memiliki kedalaman 10 kilometer.
Menurut BMKG, gempa ini tidak berpotensi menimbulkan gelombang tsunami. Hingga berita ini ditayangkan, belum ada laporan kerusakan dan korban dari gempa ini.
