Samarinda – Di tengah gencarnya pelaksanaan program Koperasi Merah Putih yang dicanangkan pemerintah pusat, Ketua Fraksi PKS DPRD Kalimantan Timur, Firnadi Ikhsan, menyerukan pentingnya sinergi antara koperasi desa dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) agar tidak terjadi benturan kepentingan di tingkat lokal.
Firnadi menyatakan bahwa program Koperasi Merah Putih, atau Kopdeskel, membuka peluang besar bagi masyarakat desa untuk terlibat aktif dalam kegiatan ekonomi berbasis komunitas. Ia mengakui program ini mulai menunjukkan progres di berbagai desa, termasuk di kampung halamannya.
“Ini adalah peluang besar bagi masyarakat desa untuk terlibat dalam ekonomi produktif. Pemerintah pusat sudah memberi ruang dan dukungan dana, tinggal bagaimana kita menyikapinya dengan sinergi yang tepat,” ujarnya usai Rapat Paripurna Ke-14 di Gedung B DPRD Kaltim, Jumat (23/5/2025).
Meski demikian, Firnadi menyoroti catatan lama soal lemahnya sumber daya manusia (SDM) dalam pengelolaan koperasi. Ia menekankan pentingnya peningkatan kapasitas SDM, terutama generasi muda desa, sebagai pilar keberhasilan koperasi.
“SDM adalah tantangan klasik, tapi sekarang peluangnya ada. Tinggal dimanfaatkan dan dipadukan dengan dukungan pusat yang sudah ada,” tambahnya.
Menurutnya, tanpa koordinasi yang matang, kehadiran Kopdeskel bisa menjadi sumber konflik baru, terutama jika jenis usaha yang dijalankan bersinggungan dengan BUMDes. Firnadi menegaskan bahwa koperasi desa harus fokus pada lini usaha yang belum tergarap atau memperkuat unit bisnis yang sudah eksis.
“Jangan sampai koperasi menjadi saingan usaha desa yang sudah ada. Harus saling melengkapi, bukan berkompetisi,” tegas Firnadi.
Ia mengajak seluruh pemangku kepentingan di tingkat desa untuk menyusun strategi kolaboratif antara Kopdeskel dan BUMDes. Dengan begitu, kedua entitas ini bisa saling menopang dan menciptakan struktur ekonomi desa yang lebih kokoh dan berkelanjutan.
Program Kopdeskel sendiri merupakan implementasi dari Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025. Di Kalimantan Timur, lebih dari 400 koperasi tengah disiapkan untuk bertransformasi penuh sebelum tenggat 12 Juli 2025.
Dengan kolaborasi yang harmonis, Firnadi optimistis koperasi dan BUMDes bisa menjadi tulang punggung ekonomi desa yang mandiri dan berdaya saing tinggi. (ADV).
