Samarinda – Ibarat menanam pohon di tanah subur, Pemprov Kalimantan Timur berupaya menumbuhkan harapan baru lewat pembangunan dua rumah sakit (RS) di Kutai Barat dan Samarinda pada 2026 mendatang. Pembangunan ini menjadi bagian strategis dari penguatan layanan kesehatan melalui program unggulan Kesehatan Gratispol yang diusung Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud dan Seno Aji.
Program Gratispol, singkatan dari Kesehatan Gratis dan Optimal, menjadi tumpuan Pemprov dalam mendorong pemerataan akses layanan kesehatan hingga ke pelosok daerah. Dua rumah sakit baru ini akan berfungsi sebagai fasilitas pendukung untuk memastikan kualitas layanan kesehatan yang lebih merata dan mudah dijangkau masyarakat.
Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji menyatakan bahwa program kesehatan Gratispol telah menjadi perhatian utama pemerintah daerah dalam menjawab kebutuhan dasar masyarakat.
“Dengan adanya kesehatan gratis ini, tingkat kualitas kesehatan masyarakat meningkat,” ujarnya di Kantor Gubernur Kaltim, Jalan Gajah Mada, Samarinda, beberapa waktu lalu.
Ia juga menyebut bahwa salah satu elemen penting dalam Gratispol adalah Layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang diklaim telah berdampak nyata dalam mengatasi berbagai isu kesehatan mendesak, termasuk penurunan angka stunting.
Menurut data terakhir, prevalensi stunting nasional telah menurun ke angka 19,8 persen. Meski belum signifikan, tren penurunan ini dinilai positif sebagai indikasi kesadaran masyarakat terhadap kesehatan mulai meningkat.
“Walaupun penurunannya belum banyak, tapi tren ini menjadi pertanda baik bagi kesehatan masyarakat kita,” imbuh Seno Aji.
Pemprov Kaltim menilai peningkatan layanan kesehatan sebagai bagian penting dari peningkatan kesejahteraan masyarakat. Dalam pandangan Seno Aji, pertumbuhan kualitas kesehatan saat ini beriringan dengan membaiknya tingkat kesejahteraan warga Kaltim.
“Tingkat kesehatan sudah mulai tumbuh baik, begitu juga kesejahteraan kita di Kaltim sudah cukup bagus saat ini,” jelasnya.
Pembangunan dua RS baru ini akan melengkapi upaya Pemprov dalam memperkuat layanan primer yang selama ini ditangani oleh Puskesmas. Fasilitas kesehatan ini diharapkan menjadi penopang utama dalam mendorong layanan medis yang optimal dan merata.
“Satu di Samarinda dan satu di Kutai Barat, ini akan menambah tingkat kesehatan masyarakat Kaltim lebih baik lagi,” tutup Seno Aji.
Pemerintah Provinsi Kaltim optimistis, dengan hadirnya fasilitas kesehatan baru dan berkelanjutan, cita-cita mewujudkan masyarakat sehat dan sejahtera akan semakin mendekati kenyataan. (ADV).
